3 Waktu Kita Tidak Boleh Shalat

ibadahShalat wajib ada lima waktu. Ada shalat Maghrib, Isya’, Shubuh, Dzuhur, dan Ashar. Kelimanya wajib dilaksanakan oleh setiap orang Islam.

Nah, selain lima shalat yang wajib tadi, ada juga shalat sunnah. Shalat sunnah tidak wajib dilaksanakan. Namun, jika kita mengerjakannya akan mendapat pahala.

Ada shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, yaitu shalat sunnah rawatib. Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang menyertai shalat wajib. Shalat sunnah ini dikerjakan sebelum atau setelah shalat fardhu. Ada shalat sunnah rawatib yang sangat tinggi keutamaannya, yaitu dua rakaat sebelum shubuh.

Selain shalat sunnah rawatib, ada pula shalat sunnah yang boleh dikerjakan kapan saja dan tidak terikat waktu-waktu shalat fardhu. Shalat sunnah ini dinamakan shalat mutlak. Shalat sunnah mutlak boleh dikerjakan di siang hari, sore hari, dan boleh di malam hari.

Abdullah bin ‘Umar radhiallahu’anhuma meriwayatkan dari Rasulullah, bahwasanya beliau bersabda,

صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى

“Shalat di malam dan siang hari adalah dua rakaat dua rakaat.” (HR. Abu Daud, Nasai dan Ibnu Majah)

Meskipun boleh dikerjakan kapan saja, namun shalat mutlak ini tidak boleh dilakukan pada 3 waktu, yaitu :

  1. Setelah shalat subuh hingga matahari setinggi tombak (waktu bolehnya melakuan shalat dhuha).
  2. Ketika matahari tepat di pertengahan siang hingga tergelincir.
  3. Setelah shalat ashar hingga matahari tenggelam.

Larangan ini terdapat dalam hadits, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu meriwayatkannya dari Rasulullah.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صَلَاتَيْنِ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَجْرِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam melarang dua shalat; (yaitu) setelah shalat Ashar hingga matahari tenggelam dan setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun larangan shalat ketika matahari tepat ditengah dan belum bergeser adalah dalam hadits yang panjang, tentang masuk Islamnya sahabat Amru bin Abasah as sulami radhiallahu’anhu. Rasululullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “…Saat matahari berada di pertengahan langit, maka janganlah kamu shalat, karena pada waktu itu api neraka sedang dinyalahkan hingga bayangan kembali muncul. Dan apabila bayangan sudah kembali maka shalatlah kamu…” (HR. Muslim)

Bagaimana niatnya bila ingin melakukan shalat mutlak?, maka cukup berniat di dalam hati untuk melakukan shalat sunnah, kemudian langsung takbiratul ihram. Jangan lupa shalatnya dua rakaat kemudian salam, bila ingin menambah lagi boleh sesukanya..semoga dimudahkan Allah untuk selalu beramal shaleh..amin.