Abu Hurairah – Pengalamanku

Abu hurairah

Bapakku adalah penggemar kucing. Dulu waktu aku masih kecil tidak begitu suka kucing. Karena bapak sangat suka kucing, maka seluruh keluarga jadi ikut suka kucing. Biasanya bapak minta kucing kepada orang-orang itu yang jantan. Karena dengan memilih yang jantan agar tidak punya anak. Jika kucing itu mati, karena tua atau tertabrak motor atau karena sakit, bapak pasti mencari gantinya.

Pada suatu hari, kucing jantan terakhir yang diberi nama Temon mati, bapak mencari lagi gantinya yang jantan lagi. Tetapi sudah mencari kemana-mana tidak ada. Akhirnya bapak terpaksa memelihara kucing betina peranakan Australia. Kucing itu akhirnya punya anak dan berkembang biak. Sekarang kucingku ada enam ekor. Tetapi ibunya yang keturunan Australia sudah mati karena sakit.

Pada suatu hari, teman bapakku dolan ke rumahku. Beliau heran dengan jumlah kucingku yang banyak tadi. Beliau bilang, “Pak, kucing kamu kok banyak sekali dan bagus-bagus seperti sahabat nabi yang penyayang kucing, Abu Hurairah.”

Jawab bapak, “Alhamdulillah, mudah-mudahan kemuliaannya seperti Abu Hurairah.”

 

Nur Aisyah Khoirunnisa

Kaliaman RT 02/RW 06

Kaliaman, Kembang, Jepara