Al Malik, Penguasa Segalanya

al malik

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ | الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم | مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai di Hari Pembalasan. [QS. Al-Fatihah: 1-3]

Al Malik adalah salah satu nama Allah (asmaul husna) yang artinya Maha Menguasai atau maha memiliki.

Di dalam surat Al-Fatihah kita sering mendengar bacaan “maaliki yaumiddiin” yang artinya “Yang Maha Menguasai hari Pembalasan.” Atau di dalam surat an Naas yang berbunyi “malikinnaas” yang artinya Yang Menguasai manusia.

Benar, Allah adalah dzat yang Maha Memiliki. Semua yang ada di dunia ini; bumi dan seisinya, bintang-bintang, planet dan bendabenda langit yang tak kita ketahui, semuanya adalah milik Allah. Allah yang menciptakan semuanya dan Allahlah yang memilikinya. Semua tunduk di atas perintah-Nya.

Kekuasaan Allah mutlak

Kekuasaan Allah mutlak. Allah memiliki dan menguasai sepenuhnya. Sifat ini sangat berbeda dengan sifat manusia. Manusia juga bisa memiliki tapi manusia tak memiliki secara sempurna. Suatu saat apa yang dimiliki manusia dapat hilang, direbut orang atau rusak. Sedangkan Allah memiliki dan tidak ada yang bisa merebut apapun dari-Nya.

Lihatlah barang-barang yang kalian punya. Televisi misalnya. Dari mana kalian mendapatkan televisi itu? Membeli atau diberi oleh seseorang? Itu berarti kalian tidak mengusai pembuatan televisi. Nah, setelah televisi kalian miliki, apakah kalian bisa mengembalikan saat televisi itu dicuri seseorang? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Kalian bisa membawa kembali televisi kalian jika berhasil menangkap pencuri, jika tidak kalian tidak bisa membawa kembali televisi tersebut. Jadi, kita tidak berkuasa penuh atas apa yang kita miliki.

Adapun Allah, Al-Malik, Dzat Yang Maha memiliki, mengusai semuanya. Tidak ada yang bisa mencuri dari-Nya. Allah menciptakan, memberikan dan mengambil kembali segala sesuatu yang ada di dunia. Semua itu karena Allah adalah Al-Malik, Dzat yang menguasai.

 

BACA JUGA: Ar Rahim Maha Penyayang Hamba Yang Beriman