Al Muhaimin, Dzat Yang Maha Menjaga dan Mengawasi

Al Muhaimin, Dzat Yang Maha Menjaga dan Mengawasi

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Al-Hasyr [59]: 23).

Al-Muhaimin merupakan salah satu nama Allah (asmaul Husna). Al Muhaimin bermakna Maha Mengawasi, Maha Mengurusi dan Maha Memelihara urusan makhlukNya. Semua urusan makhluk hidup dan makhluk tak hidup berada dalam pengawasan Allah.

Allah yang mengatur semua urusan mereka. Allah mengatur pergerakan benda-benda langit seperti planet dan bintang, juga pergerakan alam di bumi. Dan Allah pula yang memelihara semua makhluk.

Di dalam Al-Qur`an dijelaskan, Allah mengetahui segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan dan pengawasan-Nya.

Bahkan sebuah daun yang gugur dari dahannya pun Allah mengetahuinya. Allah berfirman yang artinya:

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi,dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS. Al-An’am [6]: 59). 

Allah mengetahui segala sesuatu, termasuk hal-hal yang kecil seperti sel dan atom.

Allah berfirman yang artinya:

“Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yunus [10]: 61).

Dengan pengetahuan-Nya yang tak terhingga itu, Allah menjaga dan memelihara alam semesta ini.

Lantas, jika Allah memelihara alam semesta, mengapa terjadi bencana alam?

Jawabnya, bencana alam juga merupakan bagian dari pemeliharaan Allah terhadap makhluk-Nya.

Bencana alam bisa menjadi ujian dan peringatan bagi manusia agar tidak berbuat kerusakan. Misalnya, manusia membakar hutan dan menebangi pohon dan tidak menanam ulang, lalu terjadi banjir. Ini peringatan dari Allah agar manusia menyadari kesalahannya. Gunung meletus memang sering menjadi bencana, namun di sisi lain juga menjadikan tanah lebih subur dan persediaan pasir gunung dan sungai bertambah banyak. Demikinlah, Allah maha bijaksana dalam memelihara makhluk-Nya.

Buah beriman kepada nama AlMuhaimin adalah kita menjadi yakin dan tenang atas pengawasan Allah dan pemeliharaan-Nya atas diri kita. Iman ini juga memacu kita untuk berbuat baik agar Allah disaksikan oleh Allah dan diberi pertolongan atas segala urusan kita.

 

BACA JUGA: Al-Khabir, Allah Maha Mengetahui Segala yang Tersembunyi