Al Quddus Dzat yang maha Suci

Al Quddus Dzat yang maha Suci

“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci (Al Quddus), Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al Hasyr: 23).

Al-Quddus adalah salah satu Asmaul Husna (namanama Allah yang Indah). AlQuddus artinya Dzat yang mahasuci. Maksudnya, Allah tidak memiliki kekurangan. Allah tidak seperti manusia yang memiliki banyak kelemahan.

Manusia jumlahnya ada banyak, sementara Allah hanya satu, Mahaesa. Manusia harus memiliki keturunan agar dapat lestari. Allah tidak memiliki keturunan dan Maha hidup. Manusia memil;iki kelemahan, ada yang kuat ada yang lemah. Sementara Allah adalah Dzat yang tidak memiliki tandingan.

Allah berfirman,

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS. Al Ikhlas: 1-4).

Manusia harus beristirahat dan juga tidur. Tanpa istirahat manusia akan kelelahan dan tidak kuat. Manusia juga tidak mungkin hidup tanpa tidur. Adapun Allah adalah Dzat yang maha suci dari sifat lemah, lelah dan tidur.

Allah berfirman,

“Allah, tidak ada Rabb (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah: 255).

Naman Al-Quddus ini menunjukkan bahwa Allah tidak memilki segala jenis kekurangan yang pada makhluknya. Allah maha kuat, maha hidup dan maha sempurna seluruh sifat-Nya.

 

BACA JUGA:  Al Malik, Penguasa Segalanya