Allah Maha Pemberi Maaf

 

Allah Maha Pemberi MaafSuatu ketika, Rasulullah mengajak para shahabat pergi berjuang melawan kaum musyrikin. Pada masa itu, ikut berperang membela Islam hukumnya wajib. Siapapun yang tidak ikut berperang akan mendapat dosa.

Ternyata, ada tiga orang shahabat Nabi yang sengaja tidak berangkat. Salah satu dari mereka itu adalah Ka’ab bin Malik. Sebenarnya, Kaab bin Malik ingin menyusul, tapi ia tertinggal oleh pasukan yang telah berangkat. Kaab pun kembali dan tinggal di rumah.

Sepulang dari peperangan, Rasulullah menanyakan alasan orang-orang yang tidak mau berangkat berjuang. Sebagian orang munafik beralasan macam-macam. Namun Kaab bin Malik pasrah. Dengan jujur dia mengakui kesalahannya dan rela menerima hukuman. Rasulullah pun menetapkan agar semua sahabat tidak boleh berbicara kepada kaab bin Malik selama 3 hari.

Selama tiga hari itu, Kaab bin malik merasa sangat sedih. Ia menyesal mengapa ia tidak pergi berjuang. Padahal saat itu dia sehat dan memiliki kendaraan. Dia juga sedih karena para sahabat dan juga Nabi tak mau berbicara selama tiga hari. Kaab bin malik menangis dan memohon ampunan kepada Allah.

Kemudian, Allah pun menerima taubat Kaab bin Malik. Melalui sebuah wahyu dalam surat at taubah ayat 117-119. Kaab bin Malik dan ketiga sahabat sangat gembira dengan penerimaan taubat ini. Rasulullah dan para shahabat pun merasa gembira. Mereka kini dapat berbincang dang bercengkerama lagi.

Begitulah. Allah adalah Dzat yang Maha pengampun. Allah akan mengampuni kesalahan orang yang mau bertaubat. Bertaubat adalah berhenti melakukan perbuatan dosa. Menyesali perbuatannya dan berjanji dalam hati untuk tidak mengulangi lagi.

Jadi, jika kita berbuat dosa dan salah, kita harus segera memohon ampunan kepada Allah dengan membaca istighfar. Misalnya, kita membantah dan berkata kasar kepada ibu. Berkata kasar kepada ibu adalah perbuatan dosa. Kita harus segera memohon maaf kepada ibu dan memohon ampunan kepada Allah. Di dalam hati, kita harus berjanji tidak akan mengulangi lagi. Insyaallah, Allah akan mengampuni dosa kita.

Semua kesalahan yang dilakukan manusia akan diampuni oleh Allah. Syaratnya ada dua: pertama beriman kepada Allah. Kedua, bertaubat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Nah, karena kita juga sering melakukan kesalahan tanpa disengaja, hendaknya kita sering-sering membaca istighfar: “astaghfirullahal azhim” (aku meohon ampunan kepada Alalh yang Maha agung).