Amr bin Ash, Pemimpin Pilihan Nabi

amr bin ash

Amr bin Al-Ash dikenal sebagai sahabat nabi yang gagah berani. Dia adalah panglima yang cerdik dan pintar mengatur siasat perang. Dia pernah memimpin pasukan Islam untuk menaklukan Mesir yang dikuasai oleh Romawi.

Sebelum masuk Islam, Amr bin Al-Ash adalah pemuda Quraisy yang disegani. Dia mahir menunggang kuda, ahli berperang, dan pandai berdebat. Dan, dia juga sangat memusuhi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Namun, Allah berkehandak menurunkan hidayah kepadanya. Amr bin Al-Ash masuk Islam setelah kalah dalam perang Ahzab, atau enam bulan sebelum penaklukan kota Makkah. Bersama dua temannya, Khalid bin Walid dan Utsman bin Thalhah, dia mendatangi Rasulullah di Madinah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat bergembira dengan kabar ini. Beliau bersabda,

“Makkah telah memberikan putraputra terbaiknya untuk kalian (umat Islam).” 

Amr bin Al-Ash mendatangi Rasulullah dan berkata, “Julurkanlah tangan Anda, aku akan membaiat Anda.”

Rasulullah pun menjulurkan tangan kanannya. Namun, Amr tidak segera menyambutnya. Beliau lalu bertanya, “Ada apa, wahai Amr?”

Amr bin Al-Ash menjawab, “Aku ingin Anda memberikan syarat kepadaku.”

Tanpa ragu lagi, Amr bin Al-Ash pun mengucapkan dua kalimat syahadat. Amr bin Al-Ash menyambut hidayah Allah. Dia membuka hatinya dan membiarkan cahaya iman menerangi hatinya.

Setelah memeluk Islam, Amr bin Al-Ash menjadi pembela Islam, Allah, dan Rasul-Nya. Rasulullah mendidiknya dengan pendidikan tauhid yang murni. Rasulullah tahu, Amr adalah orang yang istimewa.

Hingga suatu ketika, Rasulullah memanggil Amr bin Al-Ash. Amr segera menghadap beliau, seperti seorang prajurit yang menghadap panglimanya.

Kepada Amr, Rasulullah berkata, “Sesungguhnya aku hendak mengutusmu berperang bersama pasukan. Semoga Allah menyelamatkanmu, memberikan ghanimah, dan aku berharap engkau mendapat harta yang baik.”

Amr bin Al-Ash lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku masuk Islam bukan untuk mencari harta. Aku berislam karena aku mencintai agama ini. Dan menjadi salah seorang yang mebersamaimu, ya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Rasulullah sangat memahami keikhlasan Amr bin Al-Ash. Beliau pun bersabda, “Wahai Amr, sebaikbaik harta adalah harta yang dimiliki orang yang shaleh.”

Amr bin al-Ash ditunjuk Rasulullah n sebagai panglima pasukan Perang Dzatus Salasil setelah lima memeluk Islam. Padahal dalam pasukan itu ada Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhuma. Itulah salah satu keutamaan Amr bin Al-Ash.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Amr bin al-Ash adalah di antara orang-orang yang baik dari kalangan Quraisy.”

 

BACA JUGA: Abu Darda’ Menyambut Hidayah Allah