Amru bin Ash, Dari Musuh menjadi Pahlawan Islam

Amru bin Ash adalah salah satu tokoh dan ksatria Quraiys. Dia mahir menunggang kuda, gagah berani dalam berperang. Dia juga seorang pedagang yang biasa bersafar ke Syam, Yaman, Mesir, dan Habasyah. Serta seorang penyair yang fasih bahasanya.

Pada awalnya, Amru bin Ash sangat memusuhi Rasulullah dan kaum muslimin. Di Makkah, dia kerap menganiaya para sahabat yang masuk Islam. Hingga Rasulullah berhijrah ke Madinah, Amru masih menjadi seorang musyrikin.

Hingga setelah kekalahan Quraisy pada perang Ahzab, Amru bin Ash mendapatkan hidayahnya. Segera Amru bin Ash keluar Makkah untuk menuju Madinah. Di tengah jalan, dia bertemu Khalid bin Walid dan Utsman bin Thalhah yang juga hendak pergi ke Madinah. Ketiganya sama-sama ingin menemui Rasulullah.

Sesampai di Madinah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui ketiga tokoh Quraisy ini. Rasulullah menatap ketiganya, lalu bersabda, “Mekah telah memberikan putra terbaiknya untuk umat Islam.”

Amru bin Ash lalu berkata, “Julurkanlah tanganmu, wahai Rasulullah, aku akan membaiat engkau.”

Rasulullah pun menjulurkan tangan kanannya. Namun, Amru menahan tak segera menjabat tangan  Rasulullah.

Rasulullah bertanya, “Ada apa, wahai Amru?”

Amru menjawab, “Aku ingin engkau memberikan syarat kepadaku.”

Rasulullah mengatakan, “Apa syarat yang kau inginkan?”

Amru menjawab, “Agar dosa-dosaku diampuni.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidakkah engkau tahu, bahwa keislaman menghapuskan dosa-dosa sebelumnya? Demikian juga hijrah menafikan kesalahan-kesalahan yang telah lalu? Dan juga haji menyucikan hilaf dan dosa terdahulu?”

Mendengar jawaban Rasulullah, Amru bin Ash pun berbaiat kepada Rasulullah. Dia telah menjadi muslim dan siap membela agama Allah.

Rasulullah mendidik dan membina Amru dengan baik. Beliau tahu, Amru adalah orang yang istimewa, gagah berani, dan memiliki banyak keunggulan.

Keikhlasan Amru bin Ash

Suatu hari, Rasulullah mengutus seseorang untuk menemui Amru. Dimintanya Amru untuk menemui Rasulullah, dengan membawa senjatanya.

Amru bin Ash pun segera datang menemui Rasulullah. Lalu, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku hendak mengutusmu berperang bersama pasukan. Semoga Allah menyelamatkanmu, memberikan ghanimah, dan aku berharap engkau mendapat harta yang baik.”

Amru menjawab, “Wahai Rasulullah, aku masuk Islam bukan untuk mencari harta, akan tetapi aku berislam karena aku mencintai agama ini. Dan menjadi salah seorang sahabatmu, ya Rasulullah!”

Kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Amr, sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki orang yang shaleh.”

Itulah semangat dan keikhlasan Amru bin Ash. Dulu, dia berperang demi kejayaan dan kebanggaan kaum Quraisy. Setelah beriman, dia berperang karena cintanya kepada Islam dan cintanya kepada Rasulullah. Karenanya, Rasulullah menilai Amru sebagai orang yang terbaik dari kalangan Quraisy.

Rasullullah bersabda, “Sesungguhnya Amr bin al-Ash adalah di antara orang-orang yang baik dari kalangan Quraisy.”

Rasulullah sangat mencintai dan mengagumi kemampuan Amr bin al-Ash. Beliau pernah mengutus Amru menjadi pimpinan pasukan perang Dzatu Salasil. Beliau juga mengangkat Amru sebagai amir wilayah Oman.

Pada masa Umar bin Khattab,  Amru bin Ash diutus ke Mesir untuk memerangi orang-orang Romawi. Waktu itu, Amru hanya disertai 4,000 orang pasukan. Tanpa perasaan gentar dan takut, pasukan pun bertolak menuju Mesir.

Sedikit demi sedikit, Mesir berhasil dikuasai. Hingga akhirnya, seluruh Mesir jatuh ke tangan kaum Muslimin. Amru bin Ash pun diangkat sebagai Gubernur. Dia membangun masjid pertama di kota Kairo, sekaligus masjid pertama di benua Afrika.