Apa Bedanya Air Mendidih Dengan Air Menguap?

proses mendidih

Pernahkah kalian memasak air, atau melihat ibu memasak air? Air selesai dimasak ketika telah mendidih hingga keluar gelembunggelembung udara. Bukankah terbentuk uap air, mengapa tidak disebut menguap saja?

Nah, sebenarnya mendidih dengan menguap itu berbeda, lho! Apa sih bedanya? Yuk, kita cari tahu!

Mendidih

Mendidih adalah proses perubahan benda cair menjadi gas setelah melampaui titik didihnya. Saat memasak air, fase mendidih tercapai ketika muncul gelembung-gelembung dan keluarnya uap air.

Contoh proses mendidih yaitu saat kita memasak air. Air dalam wadah dipanaskan di atas api. Ketika dipanaskan, secara perlahan air akan menguap terlebih dahulu. Tandanya adalah keluarnya uap air dalam jumlah sedikit. Ketika temperatur air semakin naik, muncullah gelembung-gelembung udara di dinding panci. Nah, air dikatakan mendidih ketika gelembung udara sudah naik ke permukaan air dan melepaskan uap air ke udara.

Menguap

Menguap adalah proses perubahan benda cair menjadi gas tanpa melalui proses mendidih. Proses penguapan air tidak membutuhkan temperatur khusus. Air dapat menguap pada berbagai kondisi.

Contoh proses penguapan air misalnya pada saat menjemur pakaian basah. Pada pakaian basah terdapat molekul-molekul air yang menempel. Ketika dijemur di bawah sinar matahari, pakaian menjadi kering karena molekul-molekul airnya menguap. Namun, proses penguapan ini terjadi secara perlahan-lahan dan air tidak mendidih.

Mendidih Dan Menguap

Agar lebih jelas, yuk kita lihat tabel perbedaannya:

Mendidih

  • Proses perubahan bentuk zat cair menjadi gas
  • Terbentuk gelembung
  • Terjadi di seluruh bagian cairan: permukaan, tengah, hingga bagian bawah
  • Terjadi setelah mencapai titik didih
  • Membutuhkan energi tersendiri/pemanasan

Menguap

  • Proses perubahan bentuk┬ázat cair menjadi gas tanpa melalui proses mendidih
  • Tidak terbentuk gelembung
  • Hanya terjadi di permukaan cairan saja
  • Tidak terpengaruh temperatuh
  • Memanfaatkan energi di sekitarnya

 

 

BACA JUGA: MENGAPA GIGI BISA BERLUBANG?