Apa itu Riba? – Tanya Ustadz

Apa itu Riba? - Tanya Ustadz

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, saya mau tanya, apakah riba itu?Apa hukumnya bila kita memakan riba?

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Meutia Fatimah Salim

Grabag, Magelang

Jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Dik Mutia yang shalihah, pertanyaan kamu sangat bagus. Secara bahasa riba berarti ‘tambahan’. Riba ada dua jenis, pertama disebut riba fadhl, dan kedua riba nasa’.

Riba Fadhl berarti menukar barang yang sejenis tapi ada penambahan pada salah satunya. Misalnya, menukar 3 gram emas berkualitas baik dengan 5 gram emas berkualitas buruk.

Atau, yang sering kita jumpai adalah jasa penukaran uang baru. Uang baru berjumlah Rp. 500.000,- ditukar dengan uang Rp. 550.000,-. Jadi ada penambahan Rp. 50.000,- .

Sedangkan Riba Nasa’ misalnya, orang meminjam uang Rp. 100.000,- tapi dia harus mengembalikannya Rp. 120.000,-. Inilah yang sering terjadi pada masyarakat kita.

Bunga bank juga tergolong riba. Ketika kita menyimpan uang di bank, kita akan mendapatkan tambahan uang dalam jumlah tertentu setiap bulan. Jika meminjam uang di bank, kita juga harus mengembalikan dengan jumlah yang lebih banyak.

Islam sangat membenci riba. Riba dihukumi haram. Kita tidak boleh memakan harta atau uang hasil riba.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..” (QS. Al Baqarah: 25)

Orang yang mengetahui riba namun ia tetap memakannya, maka Allah mengancamnya dengan nereka, Alah berfirman yang artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. AL Baqarah: 175)