Ayo, Belajar Berkuda!

Ayo, Belajar Berkuda!

Kalian hafal surat Al-Adiyat? Insyaallah, kalian sudah hafal surat ke-100 dari Al-Qur`an tersebut. Pada ayat pertama surat ini, Allah bersumpah dengan menyebut kuda perang.

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا

“Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah.” (QS Al ‘Adhiyaat: 1).

 

“Al-adiyat” berarti kuda perang. Allah bersumpah atas nama kuda, pasti karena kuda memiliki keunggulan dan keistimewaan. Kita perlu mentadaburinya, merenungkan dan memahaminya maknanya.

Kuda memang binatang istimewa. Memelihara dan melatih kuda termasuk sunnah Rasulullah. Berlatih menunggang kuda juga tergolong permainan yang berpahala.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

كُلُّ شَيْءٍ لَيْسَ فِيهِ ذِكْرُ اللَّهِ ، فَهُوَ لَهُوٌ وَلَعِبٌ ، إِلا أَرْبَعَ …. وَتَأْدِيبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ ….

“Segala hal yang tidak termasuk kedalam kategori dzikir kepada Allah Ta’ala, adalah lahwun (hiburan yang dapat memalingkan dari kewajiban dan berdzikir kepada Allah), kecuali empat hal; (salah satunya adalah)….laki-laki yang melatih kudanya….” (HR. Thabrani dan Nasai)

Nah, siapa pernah menunggang kuda? Wah, banyak yang belum pernah, ya! Atau, kalian takut karena kudanya sangat tinggi? Coba dulu, pasti keenakan!

Jika kalian ingin mencoba menunggang kuda, kalian bisa mengunjungi tempat-tempat yang menyediakan wisata berkuda. Kita naik di punggung kuda, lalu kuda dituntun oleh pawangnya mengitari tempat wisata. Meski cuma jalan pelan, tapi sangat menyenangkan.

Ya, menunggang kuda memang menyenangkan. Apalagi jika dapat mengendalikan kuda, seperti joki-joki di pacuan kuda. Kita bisa memacu kuda agar berlari secepat-cepatnya.

Untuk bisa menunggang kuda hingga mahir, butuh latihan yang sungguh-sungguh dan terus menerus. Sama seperti berlatih berenang dan berlatih memanah. Insyaallah, jika berlatih dengan niat ibadah, kita akan mendapat pahala yang besar.

Memiliki dan merawat kuda butuh biaya yang cukup mahal, sehingga tak semua orang mampu memiliki kuda. Hanya sedikit orang yang memiliki kuda untuk dilatih menjadi kuda pacu. Kebanyakan, orang memiliki kuda untuk dimanfaatkan tenaganya. Seperti, menarik andong atau delman. Karena itu, tidak semua kuda bisa dijadikan kuda tunggangan. Hanya kuda terlatih saja yang bisa ditungganggi.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah membagi pemilik kuda menjadi tiga golongan.

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kuda itu ada tiga jenis; yang pertama kuda yang bagi seorang pemiliknya menjadi pahala, yang kedua menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan, dan yang ketiga mendatangkan dosa.” (HR. Bukhari)

Orang yang mendapatkan pahala adalah orang yang menambat kudanya untuk kepentingan fii sabilillah. Dia memberi makan, merawat, dan melatih agar bisa dimanfaatkan untuk berjihad dan berperang. Sedangkan orang yang memiliki kuda hanya untuk berbangga dan menyombongkan diri, dia termasuk orang yang berdosa.