Azab, Bagi Kaum Tsamud

azab bagi kaum tsamud

Kaum Tsamud tinggal di wilayah Hijr dengan bukit batu dan tanah yang luas. Mereka dikaruniai kemampuan untuk memahat gunung. Mereka jadikan gunung-gunung batu sebagai rumah tinggal di musim dingin. Mereka juga mampu membangun bangunan yang megah di tanah datar untuk tempat tinggal di musim panas.

Tanah mereka sangat subur. Air melimpah. Kebun-kebun ditumbuhi beraneka tanaman dan buah-buahan. Mereka hidup sejahtera di atas bumi Allah. Namun, mereka lupa untuk bersyukur kepada Allah. Mereka menjadi penyembah berhala.

Lalu Allah mengutus nabi dari kalangan mereka. Beliau adalah Nabi Shalih, seorang yang mulia, bertakwa dan dicintai masyarakat Tsamud.

Nabi Shalih pun mulai berdakwah mengajak kaumnya menyembah Allah. Beliau berseru, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia.”

Hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman, yaitu orang-orang miskin dan fakir. Sebagaian besar dari mereka menolaknya. Mereka berkata, “Wahai Shalih, sesungguhnya kamu hanyalah seorang di antara kami, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Sesungguhnya kami ragu akan agama yang kamu serukan kepada kami.”

Nabi Shalih tak putus asa. Beliau terus berdakwah. Beliau menceritakan tentang kaum-kaum terdahulu yang diazab oleh Allah karena berbuat dosa dan menyembah berhala.

Mereka tak juga beriman. Bahkan mereka menantang Nabi Shalih untuk mendatangkan mukjizat. “Kamu tidak lain hanya seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar.”

Nabi Shalih berdoa kepada Allah. Allah menurunkan mukjizat bagi Nabi Shalih. Dari dalam batu, keluarlah unta besar yang sedang hamil. Orang-orang yang menyaksikannya merasa takjub.

Nabi Shalih meminta kaumnya untuk menjaga dan merawat unta tersebut. Mereka boleh mengambil susunya, tapi tidak boleh memakan dagingnya. Orang-orang pun mengikuti perintah Nabi Shalih.

Namun, orang-orang yang tetap kafir tidak senang dengan adanya unta tersebut. Mereka khawatir, pengikut Nabi Shalih semakin bertambah. Beberapa orang dari kaum Tsamud pun bersepakat untuk membunuh unta Nabi Shalih.

Hingga suatu pagi, mereka benarbenar melaksanakan rencananya. Mereka membunuh unta itu. Nabi Shalih sangat kaget melihatnya. Beliau mengingatkan akan ancaman azab Allah karena mereka telah melanggar perintah-Nya.

Mereka malah menantang, “Wahai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika kamu benar-benar orang-orang yang diutus Allah.”

Allah memberi tahu Nabi Shalih, bahwa azab akan turun menimpa kaumnya setelah berlalu tiga hari. Nabi Shalih pun berkata kepada kaumnya, “Bersukarialah kalian selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”

Maka, pada hari ketiga, kaum Tsamud keluar rumah menunggu kebenaran Nabi Shalih. Saat itulah, terdengar suatu suara keras mengguntur dari langit dan bumi bergoncang dahsyat. Mereka pun bergelimpangan mati. Itulah azab Allah bagi kaum Tsamud.

Hanya Nabi Shalih dan orangorang beriman saja yang diselamatkan Allah. Nabi Shalih dan kaumnya yang beriman berdiri memperhatikan mereka. Nabi Shalih berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat.”

Itulah azab Allah bagi kaum yang durhaka. Kaum yang gemar menghina Allah, mendustakan nabi-Nya, dan mengolok-olok agama-Nya. Meskipun kaum itu sangat kuat dan hebat, tapi mereka tidak berdaya ketika menghadapi azab dari Allah yang sangat dahsyat.