Bani Israel ingin Melihat Allah

Bani Israel ingin Melihat Allah

Nabi Musa pergi untuk menerima wahyu dari Allah. Beliau meminta Nabi Harun untuk memimpin bani Israil. Beliau khawatir, saat ditinggal dirinya, bani Israil akan menyimpang dari jalan Alah.

Nabi Musa pun pergi selama beberapa hari. Saat itulah, bani Israil dibujuk oleh samiri untuk menyembah patung anak sapi. Nabi Harun sudah mengingatkannya. Namun, mereka tidak mematuhinya. Mereka lebih memilih ajakan Samiri menyembah patun anak sapi.

Nabi Musa sangat marah melihat perbuatan bani Israil. Beliau lalu mengusir Samiri, lalu membakar patun
anak sapi itu. Beliau meminta bani Israil untuk bertaubat kepada Allah.

Mereka pun berkata, “Kami bertaubat, wahai Musa.”

Nabi Musa menjawab, “Bunuhlah diri kalian!” Maka, atas kehendak Allah,

mereka ditimpa kegelapan. Lalu, mereka saling berperang satu sama lain. Hingga banyak sekali bani Israil yang terbunuh. Inilah hukuman Allah bagi mereka. Mereka berani menyekutukan Allah, padahal Allah telah menyelamatkan mereka dari kekejaman Firaun.

Setelah kegelapan itu sirna, orangorang Israil yang selamat berkata,

“Wahai Musa, apakah Allah sudah menerima taubat kami?”

Musa menjawab, “Allah telah menerima taubat kalian. Namun aku akan memilih beberapa orang di antara kalian”.

Nabi Musa memilih tujuh puluh orang yang terbaik dari kaumnya untuk memohonkan taubat kepada Allah pada waktu yang ditentukan.

Nabi Musa mengajak mereka ke suatu tempat, lalu berkata, “Tunggulah, aku hendak bermunajat kepada Rabbku.”

Mereka menanggapi, “Apakah kami juga mendengar ucapan Rabbmu? Kami harus turut mendengarnya”.

Musa berkata, “Marilah ikut bersamaku.”

Nabi Musa lalu bermunajat kepada Allah. Allah pun berbicara dengannya. Tujuhpuluh orang bani Israil itu bisa
mendengar kalam Allah. Hingga mereka bertanya, “Wahai Musa, siapa itu yang berbicara denganmu?”

Musa menjawab, “Dialah Rabbku.”

Lalu mereka menjawab, “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan senyatanya!”

Inilah sifat buruk bani Israil. Mereka mudah sekali menentang para nabi. Mereka bukannya bersyukur karena diampuni dosanya, namun justru menantang Nabi Musa agar mereka bisa melihat Allah.

Allah pun kembali menghukum mereka. Mereka disambar petir hingga semuanya meninggal dunia.

Nabi Musa melihat orang-orang itu meninggal disambar petir. Beliau bingung harus menjawab apa jika ditanya kemana 70 orang yang diajaknya. Nabi Musa pun berdoa, “Ya Allah hidupkanlah kembali mereka dan terimalah taubat mereka.”

Allah Maha pengampun dan maha penyayang. Allah mengabulkan doa Nabi Musa. Tujuhpuluh orang bani Israil itu pun dihidupkan kembali oleh Allah, agar mereka dapat bersyukur kepada Allah.

Inilah salah satu kebesaran Allah. Bani Israil mendapat pelajaran bahwa Allah maha kuasa. Allah yang telah mematikan mereka. Dan, Allah pula yang mampu membangkitkan mereka yang telah mati.

 

BACA JUGA: Kedengkian Saudara Yusuf