Batu Bergantungan di dalam Gua

Batu Bergantungan di dalam Gua

Jika kalian pernah pergi ke gua, mungkin kalian akan melihat ada batu-batu runcing yang bergantungan di atap gua. Ada juga, yang seplah tertancap di lantai gua. Batuan inilah yang menjadi penghias gua. Nah, batu apakah itu?

Batu-batu yang menempel di atap gua dan di lantai gua tersebut dikenal dengan istilah stalaktit dan stalagmit. Stalaktit adalah batuan yang menggantung di langit-langit gua. Sedangkan stalakmit adalah batuan yang terbentuk di lantai gua. Keduanya terbentuk dari air yang mengandung kapur, yang menetes dari atap gua. Karenanya, stalaktit dan stalakmit digolongkan jenis batu tetes (dripstone).3

Gua Kapur

Stalaktit dan stalakmit biasanya terbentuk di gua-gua di daerah daerah Karst. Ciri daerah Karst adalah adanya proses pelarutan batuan kapur oleh air secara terus-menerus. Air tersebut masuk ke lubang-lubang yang turun ke gua dan akan menetes ke dasar gua.

Tetesan-tetesan inilah yang secara perlahan berubah menjadi batuan berbentuk runcing. Stalaktit membentuk batuan runcing kebawah, sedangkan stalakmit membentuk batuan runcing ke atas. Dalam setahun, stalaktit dan stalakmit hanya tumbuh 0,13 mm. Pertumbuhan paling cepathanyalah 3 mm per tahun. Itu artinya, sebuah stalaktik berukuran kecil saja memerlukan proses ratusan tahun.

gua-gongBeberapa gua dengan stalaktit dan stalagmit di Indonesia, misalnya Goa Cipicung (Buniayu) di Sukabumi, Gua Gong di Pacitan (Jawa Timur), atau Gua Pindul di Gunung Kidul (Jogjakarta).