Belajar Naik Sepeda Roda Dua -Pengalamanku

Belajar Naik Sepeda Roda Dua -Pengalamanku

 

Pada suatu hari, aku dibelikan sepeda oleh Abahku. Sepedaku rodanya ada empat. Seiring waktu, sepedaku dipakai oleh kakakku. Aku sudah bilang, “Jangan, Kak!” Tapi kakakku tetap saja menaikinya memutari kampung. Alhamdulillah, sepedaku tidak rusak.

Keesokan harinya, kakakku menaiki sepedaku lagi memutari kampung. Aku sudah melarangnya, “Jangan dong, Kak. Sepedaku nanti rusak.”

Kakakku selalu cuek mendengar suaraku itu. Akhirnya dua roda belakangku rusak. Aku tidak menangis. Aku hanya bilang, “Tuh kan Kak, rusak.”

Setelah kejadian itu, kakakku dinasehati abahku agar tidak merusak barang milik orang lain.

Kakakku berjanji akan mengajariku menaiki sepeda roda dua. Awalnya aku ragu-ragu, terus kakakku bilang, “Tidak apa-apa.”

Setelah satu bulan berlatih, alhamdulillah, aku bisa naik sepeda roda dua. Setelah aku bisa naik sepeda, aku bermain sepeda terus-menerus. Abahku bilang kepadaku, “Kakakmu berhasil melatihmu menaiki sepeda yang rodanya hanya dua.”

Itulah pengalamanku yang terjadi pada bulan Agustus 2014.

 

Izzi Ahsana Junda

d/a: Bpk Qomarun

AAK-AKAFARMA 17

Jln. Jend. Sudirman 350, Semarang