Berbicara dan Bernyayi di Kamar Mandi

BernyayiAssalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Apa kabar Ustadz, semoga Ustadz baik-baik saja. Perkenalkan, nama saya Arin, saya mau tanya, apakah benar jika kita berada di dalam kamar mandi, kita tidak boleh bernyanyi dan becakap-cakap, jika benar tidak boleh, mengapa Ustadz?

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Baca juga : Jalan Kaki atau Naik Sepeda?

jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Alhamdulillah, Allah masih memberi kebaikan untuk kita semua. Adik-adik yang shalih dan shalihah, setiap hari kita butuh untuk ke kamar mandi. Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam juga telah mengajarkan kepada kita adab-adab di dalam kamar mandi. Diantaranya, bolehkah kita berbicara dengan orang lain ketika kita di kamar mandi.

Pernah suatu ketika Rasulullah shallallahu’alihi wasallam buang hajat, kemudian ada seorang sahabat yang lewat dan mengucapkan salam. Namun Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tidak menjawabnya hingga beliau selesai buang hajat. Rasulullah wudhu, kemudian menjawab salam sahabatnya tadi. Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim dan Imam Ahmad dalam Musnadnya.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa makruh hukumnya seorang muslim yang sedang duduk (buang hajat) untuk berdzikir kepada Allah, bertasbih, bertahlil, menjawab salam, mendoakan orang yang bersin atau bertahmid ketika bersin, dan menjawab adzan. Begitu juga dimakruhkan bagi orang yang sedang buah hajat berbicara, kecuali dalam keadaan darurat atau bahaya, misalnya melihat ular atau kalajengking yang membahayakan orang lain.

Seorang muslim tidak dibolehkan untuk bernyanyi, baik di kamar mandi maupun di mana saja. Karena, nyanyian bukan berasal dari Islam dan termasuk tindakan meniru orang-orang kafir.

Semoga kita semua dimudahkan Allah untuk menetapi adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Amin