Berjalan Didepan Orang Shalat

Berjalan Didepan Orang Shalat

Usai shalat berjamaah di masjid, Yusuf berjalan ke luar masjid. Tapi, dilihatnya banyak orang yang sedang shalat sunnah. Dia berjalan di depan orang yang shalat, namun orang itu menghalangi jalannya. Dia pun bingung, dan menunggu hingga orang itu selesai shalat.

Sebenarnya, boleh nggak sih kita berjalan di depan orang yang sedang shalat?

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan dalam haditsnya; beliau bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang ia jadikan sutrah (pembatas) terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba lewat di antara ia dengan sutrah, maka cegahlah. Jika ia enggan dicegah maka tolaklah ia dengan keras, karena sesungguhnya ia adalah setan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menjelaskan, hendaklah orang yang hendak shalat membuat pembatas (sutrah) di depannya. Lalu, jika ada orang yang lewat diantara dia dengan pembatasnya, maka dia harus mencegahnya.

Jadi, kita tidak boleh berjalan di depan orang. Bukan hanya dilarang, perbuatan ini juga berdosa.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Andaikan seseorang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika hendak lewat, kita bisa mencari jalan di luar sutrah/pembatasnya, atau lewat belakang orang yang shalat tersebut.

Bagaimana jika tidak ada pembatasnya?

Jarak yang dibolehkan adalah antara kaki dan tempat sujud orang yang shalat. Karena orang yang shalat tidak membutuhkan lebih dari jarak tersebut, maka ia tidak berhak untuk menghalangi orang yang lewat di luar jarak tadi.

Jadi, jika ingin lewat di depan orang yang shalat yang tidak menggunakan sutrah, hendaknya lewat diluar jarak sujudnya, dan ini hukumnya boleh.

Wallahu a’lam.

 

BACA JUGA: 4 PAHALA SAAT BERBUKA