Berlatih Mandiri

mandiri

Pagi. Kamu siap berangkat sekolah. Tak lupa jabat tangan ayah ibumu, menciumnya. Cium pipi kanan pipi kiri. Berpelukan. Balik kanan; dah ibu, dah ayah…, umi assalaamu’alaikum, abi aku berangkat…

Setiap hari, kecuali hari libur. Kamu pergi ke sekolah. Kadang sendirian, kadang bersama kawan. Terkadang berjalan kaki karena sekolahmu dekat, atau naik sepeda. Atau selalu naik angkot (angkutan kota). Sesekali pernah bersama ayahmu, atau ibumu yang mengantarkan. Atau berangkatmu sekalian bersama ayah ke kantor.

Siang hari. Rumahmu pasti sepi. Hanya ibumu seorang yang menunggu. Ia selalu sibuk dengan rutinitasnya. Menyapu, mengepel. Mencuci, menjemur pakaian. Atau bahkan melipat, menyetrika bajubaju yang sudah kering. Kemudian bersiap-siap belanja, memasak untuk memenuhi kebutuhan makan siangmu, sekeluarga.

Ayahmu juga tidak di rumah, kan? Ia mencari nafkah, mengais rezeki. Ada yang di kantor. Di pabrik. Di pasar-pasar atau pertokoan. Ada yang menjadi karyawan, ada juga yang menjadi pedagang. Dan lainnya.

Mari hadirkan selalu doa untuk ibu dan ayahmu. Agar ibumu selalu sehat. Sehingga bisa melaksanakan tugastugas harian di rumah. Moga ayahmu diberi kekuatan untuk terus bekerja mengais rezeki. Mampu mengayomi, melindungi. Membersamaimu hingga dewasa.

Siang itu di rumah memang sepi. Tapi di sekolahmu sungguh ramai sekali. Kamu belajar bersama guru di kelas. Bermain bersama kawan saat istirahat. Berlari-lari, main kejar-kejaran. Dan kamu selalu bersemangat, pasti.

Di sekolah, kamu akrab dengan guru, dekat kepada kawan. Belajar sambil bermain. Atau bermain sambil belajar. Kamu ceria, kamu gembira. Yuk, jadikan waktumu selalu bermanfaat. Belajar mandiri. Belajar menjadi dirimu sendiri. Bekal hidupmu di masa depan.

Di sekolah, kamu belajar berkomunikasi dengan kawankawanmu. Tentu tidak hanya untuk ngobrol biasa, bahkan urusan keseharianmu bisa dibicarakan bersama. Banyak hal yang dibahas, banyak ilmu baru yang didapat.

Ada pengalaman dan perilaku yang bisa ditiru. Baik dari guru, maupun kawanmu di sekolah. Mari pastikan, agar kamu bisa mengambil yang terbaik dan bermanfaat. Kamu harus cerdas memilah, membedakan perilaku yang baik dengan yang buruk. Terus dan terus ilmunya digali, dipahami, dipraktekkan.

Di sekolah, kamu bisa berinteraksi dengan para guru dan kawankawanmu. Di sinilah proses kemandirian berlangsung. Carilah, siapa dari mereka yang baik, yang bisa diajak bicara. Siapa juga yang suka berbohong. Malas, nakal, biasa berkata kotor?

Kamu juga bisa saling bantu dengan kawanmu. Mungkin kamu meminjamkan buku, pensil, atau rautan. Atau membantu mengambilkan sesuatu. Selalu mudah memberi, membantu bagi kawanmu yang kurang mampu. Yuk ringankan!

Kepada guru, kamu bisa belajar berani bertanya. Belajar berani bicara. Belajar mengungkapkan pendapat. Biasakan bicara baik dan sopan.

Hormati guru. Selalu memperhatikan pelajaran. Siap mendengarkan apa yang sedang dibahas dijelaskan. Memahami tugastugas yang diberikan. Mengerjakan tepat dengan waktu yang disediakan. Selalu menulis ringkasan. Berani bertanya jika belum dipahami. Atau siap bantu menjelaskan kepada kawanmu yang belum paham.

Perhatikan saat kamu meraut pensil. Buang sampah sisa rautannya. Kembalikan jika rautanmu adalah pinjaman. Tidak mencorat-coret buku, meja belajar atau apalagi dindingdinding kelas. Sekalipun ada kawanmu yang melakukan. Yang pasti, tidak boleh merusak segala barang milik sekolah. Sungguh bukanlah perbuatan terpuji.

Bel tanda akhir jam pelajaran telah berbunyi. Kamu sudah harus siap-siap pulang. Rapikan bukumu, juga alat tulis lainnya. Cek kembali jangan sampai ada yang tertinggal. Kini saatnya kamu harus pulang. Hati-hati di jalan ya, …

Barakallahu fiekum

 

BACA JUGA: SEMANGAT PAGI