Bolehkah Perempuan Berlatih Beladiri? – Tanya Ustadz

Bolehkah Perempuan Berlatih Beladiri? - Tanya Ustadz

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, saya mau tanya, bolehkah perempuan mengikuti latihan bela diri? Adakah dalilnya? Jazakumullah khairan katsira.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Natasya Arisanti Astagina

Polanharjo – Klaten

 

Jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Setiap orang memerlukan olah raga untuk menjaga badan tetap sehat dan bugar. Rasulullah dan para sahabatnya pun senang berlatih olah raga. Seperti, berlari, memanah, bergulat, bela diri, dan lainnya. Bahkan, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berlatih berenang, berkuda, dan memanah.

Bagaimana dengan bela diri bagi muslimah? Sebenarnya boleh saja seorang musliman berlatih bela diri. Apalagi jika bertujuan untuk menjaga diri dari gangguan orang lain, atau sebagai bekal untuk berjuang membela Islam. Namun ada syarat-syaratnya. Syarat terpenting adalah tidak bercampur dengan laki-laki yang bukan mahram. Lebih baik jika pelatih dan teman-teman latihannya juga seorang muslimah. Lebih baik lagi, jika yang melatih beladiri adalah kakak, ayah, kakek, atau mahram lainnya. Dan, latihannya dilakukan di rumah. Karenanya, seorang muslimah sebaiknya tidak ikut kelompok berlatih beladiri yang masih bercampur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Nah, ada sebuah cerita dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Imam An-Nasai, dan Imam Ahmad.

Suatu ketika Rasulullah shallalahu’alaihi wasallam pernah bepergian bersama Aisyah, dan beberapa sahabat Nabi. Ketika sampai di suatu tempat, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menyuruh para sahabat untuk mendahuluinya.

Setelah para sahabat sudah agak jauh, Rasulullah berkata kepada istrinya, “Ayo lomba lari denganku!”

Keduanya pun berlari. Aisyah yang waktu itu masih langsing, bisa mengungguli Rasulullah. Di lain kesempatan, Rasulullah kembali berlomba lari dengan Aisyah. Seperti biasa, Rasulullah menyuruh para sahabatnya berjalan mendahului. Lalu mengajak Aisyah berlari lagi. Kali ini, Rasulullah yang menang, karena Aisyah sudah lebih gemuk dan lebih lambat larinya. Rasulullah pun berkata sambil tersenyum, “Ini untuk membayar kekalahanku yang dulu.”

Jadi, sebelum Rasulullah mengajak Aisyah berlomba lari, beliau menyuruh para sahabatnya untuk mendahului mereka berdua. Tujuannya, untuk memisahkan Aisyah dan sahabat-sahabat Nabi yang lain.

Wallahua’lam bi shawab.