Buah Kepel, Buah Langka

Nama buah ini cukup aneh, buah kepel. Mungkin, karena ukurannya sebesar kepalan tangan, jadi dinamakan ‘Kepel”.

buah kepel

Pohon Kepel (Stelechocarpus burahol) dapat tumbuh setinggi 25 meter dengan diameter batangnya mencapai 40 centimeter. Bagian ujung pohon berbentuk mengerucut, mirip pohon cemara. Daunnya berupa daun tunggal, berbentuk lonjong dengan ujung meruncing. Daun yang masih muda berwarna merah. Daun tua berwarna hijau gelap.

Kulit batangnya memiliki benjolan-benjolan. Benjolan-benjolan ini adalah bekas tempat bunga dan buah, karena bunga dan buah kepel tumbuh di batang pohon, bukan di pucuk ranting atau dahan.

Bunga kepel terdiri daru dua jenis. Bunga jantan yang berwarna kuning pucat, tumbuh di batang bagian atas. Bunga betina berwarna hijau kekuningan dan tumbuh di batang bagian bawah. Ukuran bunga jantan lebih kecil dari bunga betina.

vatica_diospyroides

Buah Kepel berbentuk bulat lonjong dengan bagian pangkal agak meruncing. Tangkai buahnya cukup panjang. Warna kulitnya coklat agak keabu-abuan, dan ketika sudah tua akan berubah menjadi coklat tua.

Daging buahnya berwarna kekuningan sampai kecoklatan, rasanya manis. Di dalam buah terdapat banyak biji. berjumlah 4-6 butir, panjangnya sekitar 3 cm. Buah kepel banyak mengandung vitamin C.

Tanaman kepel termasuk tanaman langka. Karena, dahulu tanaman kepel hanya ditanam di wilayah keraton. Rakyat biasa tak berani menanamnya. Sekarang, tanaman kepel dikembangkan Taman Buah Mekarsari, Taman Mini Indonesia Indah, Taman Sringanis Bogor, Taman Kyai Langgeng Magelang, Kebun Raya Bogor, dan beberapa kebun tanaman langka.