Buku Pelajaranku – Pengalamanku

Buku Pelajaranku - Pengalamanku

Aku punya pengalaman, teman. Di sekolahku ada peraturan, kalau ada murid tidak membawa buku pelajaran akan dicatat di buku kuning.

Di rumah, aku seringkali mengulang pelajaran bersama Ummi. Hari itu aku bermaksud mengulang pelajaran tahfidz hadits bersama Ummi. Tapi, seharian Ummi mencari buku pelajaranku tidak ketemu juga. Ummi sampai kesal mencari buku itu.

Ummi menasehati agar aku lebih teliti meletakkan buku pelajaran. Aku juga takut, karena kalau tidak membawa buku itu, aku akan ditatat di buku kuning dan bisa mendapat hukuman.

Sampai malam, kami masih terus mencari. Akhirnya kami menyerah. Ummi menasehatiku untuk segera menyalin buku itu sesegera mungkin sesampainya di sekolah besok agar tidak dicatat di buku kuning. Ada sanksinya, lho, kalau banyak catatan di buku kuning.

Paginya aku menyiapkan buku tulis untuk menyalin buku yang belum ketemu tadi. Ummi masih berusaha mencari lagi. Laci dan lemari buku dibuka-buka lagi. Akhirnya kami menyerah, karena waktu sudah menunjukkan jam 06.15.

Tiba-tiba dari dalam kamar, Ummi setengah berteriak memanggilku sambil mengucap, Alhamdulillah!

Aku pun segera berlari menuju Ummi. Tahukah kau, kawan? Ternyata Ummi menemukan buku itu dalam keadaan menyedihkan di atas almari. Ternyata tikus telah menyobek-nyobek beberapa lembar dari buku itu. Kami pun tertawa bersama. Rupanya tikus di rumah kami juga ingin belajar hadits.

 

Maryam Khoirotun Hisan

Kls. 3 SD

Jogo Satron Sabrang, Delanggu RT 03/RW 06

Klaten – 57472