Bulan Terbelah di Jaman Nabi Muhammad SAW

Bulan Terbelah di Jaman Nabi Muhammad SAW

“Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (QS. 54:1), Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mu’jizat), mereka berpaling dan berkata:”(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. (QS. 54:2)

Di awal dakwah kenabian, dakwah Nabi Muhammad ditolak oleh penduduk Makah. Mereka meragukan kenabian Nabi Muhammad. Seorang nabi biasanya memiliki mukjizat. Yaitu kemampuan luar biasa atau mampu mendatangkan keajaiban seperti nabi-nabi terdahulu. Misalnya nabi Isa yang bisa mengobati berbagai macam penyakit berat, Nabi Musa yang membelah lautan, atau Nabi Ibrahim yang tak mempan dibakar api.

Dikisahkan, suatu ketika, penduduk Makkah meminta Nabi muhammad untuk mendatangkan mukjizat. Mereka meminta agar nabi melakukan hal yang tak mungkin bisa Beliau lalukan yaitu membelah bulan. Bagaimana mungkin seseorang mampu membelah bulan, menyentuh saja tidak bisa.

Dengan kekuasaan Allah, tidak ada yang tidak mungkin. Nabi Muhammad pun memohon kepada Allah dan berkata, “ Saksikanlah!”

Bulan Terbelah

Dan bulan pun terbelah.  Satu bagian terlihat di sisi bukit sofa, dan bagian lainnya di bukit Qaikan. Namun, melihat keajaiban ini, orang-orang kafir malah berkata, “Muhammad telah menyihir kita!” kemudian ada yang berkata, “ Jika kita memang tersihir, dia pasti tidak akan bisa menyihir semua orang. Maka tunggu saja sampai ada berita dari orang-orang yang melakukan perjalanan jauh.”

Lalu setelah beberapa waktu, datanglah para musafir ke kota Makkah. Mereka semua mengatakan bahwa tadi malam mereka melihat bulan terbelah. Meskipun sudah terbukti, penduduk Makkah tetap tidak mau percaya. Mereka berkata, “ Ini benar-benar sihir yang terus-menerus.”

Di malam itu, tidak hanya penduduk Makkah yang melihat bulan terbelah. Orang-orang yang berada di luar Makkah pun juga melihat peristiwa ini. Bulan terbelah menjadi dua lalu menyatu kembali.

Itulah salah satu mukjizat Nabi Muhammad. Allah memberikan mukjizat yang sangat banyak kepada nabi Muhammad. Akan tetapi, orang-orang kafir tetap enggan beriman dan selalu mengatakan bahwa nabi adalah tukang sihir.

Nabi bukanlah tukang sihir. Semua mukjizat itu datang dari Allah untuk membuktikan bahwa beliau adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah. Orang yang beriman kepada setelah mukjizat berarti telah selamat. Adapun yang tetap ingkar, maka dia berada dalam kekufuran dan kemurkaan Allah.