Cinta Yang Tulus Kepada Nabi SAW

Pada saat Nabi Muhammad berhijrah ke Madinah, beliau tidak tahu akan tinggal di mana. Beliau hanya memohon kepada Allah gar ditunjukkan tempat tinggal dari sekian banyak rumah kaum muslimin. Setiap penduduk Madinah yang telah memeluk Islam, mengharap agar rasulullah berkenan tinggl di rumahnya. Namun, ketika tiba di madinah, Rasulullah hanya mengikuti langkah Untanya.

1463710954015Kampung pertama yang dilewati adalah kampung kabilah bani Slaim bin Auf. Para penduduk yang telah memeluk Islam menyambut dan meminta dengan sangat agar Rasulullah berkenan tinggal di rumah mereka. Tapi Rasulullah hanya berkata, “Berikan jalan kepada Unta ini, karena ia telah mendapat perintah.”Barulah ketika sampai di kampung Bani Malik bin Najjar, Unta Nabi berhenti. Tenryata unta itu berhenti tepat di dekat rumah Abu Ayub al Anshari. Unta Nabi tak beranjak hingga Nabi pun turun dan disambut hangat oleh Abu Ayub al Anshari.

Bagi Abu Ayub al Anshari, singgahnya Nabi di rumahnya adalah kebahagiaan yang luar biasa. Abu Ayub menyambut Nabi dengan sebaik-baiknya. Nabi akan tinggal di rumah Abu Ayub al Anshari sampai pembangunan Masjid selesai. Di samping masjid akan dibangun tempat tinggal Nabi yang sederhana. Di situlah nantinya Nabi kan tinggal. Rumah Abu Ayub terdiri dari dua lantai. Nabi memilih tinggal di bawah. Namun ketika hendak tidur, Abu Ayub merasa tidak enak. Ia dan isterinya tidur di atas Rasulullah. Pada pagi harinya, Abu Ayub memohon agar Nabi tinggal di lantai atas. Abu Ayub khwatir jika melangkah, lantai akan bergetar dan berdebu dan Raulullah terganggu. Namun Rasulullah berkata bahwa ia punya banyak tamu dan sulit jika harus tinggal di lantai atas. Suatu malam, Abu Ayub membawa air ke lantai atas. Air itu tumpah dan karena takut merembes ke bawah, Abu Ayub dan isteirnya segera mengelapnya dengan kain. Pada pagi harinya, Abu Ayub kembali meminta Nabi agar berkenan tinggal di lantai atas. Kali ini Nabi setuju.

Demikianlah, nabi tinggal di rumah Abu Ayub selama kurang lebih tujuh bulan. Setelah Masjid dan tempat tinggal Rasulullah selesai, Beliau pindah. Namun, Abu Ayub masih senantiasa menyediakan makanan untuk Nabi, jika nabi datang, makanan itu diberikan. Jika tidak, makanan itu akan diberikan kepada keluarganya. Begitulah Abu Ayub mencintai Nabi SAW. Cintanya sangat tulu dan dalam kepada nabi. Kita juga harus mencontoh Abu Ayub. Kita harus mencintai nabi dengan senantiasa melaksanakan ajaran nabi Muhammad SAW.