Ciplukan Buah Mungil yang Istimewa

buah ciplukan

Mungkin kalian merasa asing melihat bentuknya. Tapi, ayah atau ibu kalian pasti pernah merasakannya. Inilah buah ciplukan. Buah liar yang dahulu sangat disukai anak-anak.

Tanaman ciplukan tergolong tanaman kecil. Tingginya hanya satu meter. Batangnya bersegi tajam dan berongga. Daun berbentuk lonjong, meruncing pada bagian ujungnya. Tepi daun bergerigi.

Bunga tubuh dari ketiak daun. Bertangkai tegak. Mahkota bunga berbentuk lonceng, berwarna kuning muda. Kelopak bunga terbagi lima, dengan ujung meruncing, berwarna hijau. Kelopak bunga inilah yang menjadi penutup pada buah ciplukan.

Buah ciplukan tumbuh tertutup oleh kelopak bunga. Buah berbentuk bulat dengan diameter sekira 1-1,5 sentimeter. Buah mentah berwarna hijau. Saat masak warnanya kekuningan. Buah masak ditandai dengan tutup yang warnanya menguning.

Ada beberapa jenis ciplukan, diantaranya Physalis minima, Physalis angulata, dan Physalis peruviana. Jenis P. minima banyak ditemukan di Jawa. Jenis P. peruviana dibudidayakan di luar negeri dan buahnya dijual dengan harga tinggi.

Dahulu, tanaman ciplukan mudah didapat. Mereka banyak tumbuh liar di kebun, pematang sawah, tepi jalan, dan di tepi hutan yang terbuka dan disinari terik matahari. Namun, sekarang ciplukan sudah sulit didapati. Padahal, tanaman berbuah mungil ini bisa digunakan sebagai obat tradisional.

 

BACA JUGA: BUAH CERI