Dataran Tinggi Dieng

Di tengah-tengah Jawa Tengah, terdapat sebuah kawasan yang unik. Di sini banyak terdapat kawah yang panas, namun udaranya sangat dingin. Namanya Dataran Tinggi Dieng.

Dataran Tinggi Dieng

Kawasan Dieng terletak di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara di ketinggian 2.000 meter dari atas permukaan laut. Karena tingginya, suhu udara di Dieng sangat dingin. Pada siang hari, suhunya berkisar antara 12-20 derajat Celsius, sedangkan pada malam hari bisa mencapai 6-10 derajat Celsius. Bahkan pada musim kemarau, suhu dapat mencapai 0 derajat Celsius yang menyebabkan embun membeku. Wah, dingin sekali, ya!

 

Meskipun udara dingin, namun bawah tanahnya sangat panas dari aktivitas vulanik. Dataran Tinggi Dieng sejatinya merupakan kaldera atau kawah gunung api yang sangat luas dengan beberapa gunung di bagian tepinya. Gunung-gunung yang mengitari Dataran Dieng yaitu Gunung Sumbing (3.387 m), Gunung Sindoro (3.150 m), Gunung Prahu (2.565 m), Gunung Pakuwaja (2.595 m), dan Gunung Sikunir (2.463 m).

5

Sebagai kaldera, kawasan dieng memiliki banyak sekali kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air, dan berbagai material vulkanik lainnya. Beberapa kawah yang terdapat di Dieng misalnya kawah Sikidang, Sinila, Sileri, Candradimuko, dan Timbang.  Banyak juga kawah-kawah kecil yang tiba-tiba muncul. Beberapa kawah terkadang mengeluarkan gas beracun.

Selain kawah, Dieng juga memiliki beberapa telaga. Telaga yang paling terkenal adalah Telaga Warna yang airnya dapat berubah-ubah warnanya. Ada juga Telaga Pengilon, Telaga Merdada, Telaga Dringo, dan Telaga Nila.

3

Kawasan Dieng merupakan penghasil sayuran, seperti kentang, wortel, kubis, dan bawang-bawangan. Dieng juga merupakan pusat penghasil pepaya gunung (carica) dan jamur.

Dieng memiliki potensi alam berupa panas bumi. Nah, panas bumi ini dimanfaatkan sebagai penghasil listrik tenaga panas bum (geotermal).