Dekat Kepada Allah Dengan I’tikaf, Dekat Dengan Manusia Dengan Zakat Firti

Alhamdulillah, Allah subhanahu wa ta’ala masih memberikan kesehatan kepada kita semua. Kita wajib bersyukur kepada Allah atas nikmat sehat ini. Bersyukur dengan cara melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan Allah.

Dekat Kepada Allah Dengan I’tikaf, Dekat Dengan Manusia Dengan Zakat Firti

Di bulan Ramadhan ini, banyak amal yang bisa lakukan. Allah memudahkan setiap hamba-Nya untuk beribadah. Orang-orang yang beriman akan terasa mudah melaksanakan ibadah. Namun, orang yang tidak beriman pasti merasa berat untuk beramal. Padahal, Allah melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang beramal shalih di bulan Ramadhan ini.

Menjelang akhir bulan Ramadhan, ada dua amal yang sangat penting, yaitu I’tikaf dan zakat fitri.

Itikaf

Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam dan para sahabatnya melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. I’tikaf yaitu berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah, berdzikir, memohon ampunan Allah, dan memperbanyak beribadah.

Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkannya. Kemudian i’tikaf dilanjutkan oleh istri-istri beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak jenis ibadah yang bisa kita lakukan selama sepuluh hari I’tikaf. Shalat lima waktu, shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, shalat tarawih, shalat witir, membaca Al-Qur`an, dzikir pagi dan petang, mendengarkan khutbah dan nasehat, membersihkan masjid, menjadi muadzin, menyiapkan makan berbuka dan sahur, membangunkan saudaranya untuk sahur, bersadaqah dengan senyum dan salam, maupun bershadaqah dengan harta.

Zakat Fitri

Zakat fitri adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim. Zakat fitri berwujud bahan makanan pokok yang dibayarkan kepada fakir miskin sebelum tibanya waktu shalat Ied. Di Indonesia, zakat fitri biasanya berupa beras sebanyak 2,5 kilogram.

Ibnu Abbas mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat Ied maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Ied maka itu hanya sedekah diantara berbagai sedekah. Dari Ibnu Umar mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, memerintahkan untuk membayar sedekah fitr untuk anak kecil, orang dewasa, merdeka dan budak, dari orang- orang yang wajib kalian nafkahi. (HR. Abu Daud)

Semoga kita dimudahkan Allah untuk bisa i’tikaf Ramadhan ini, dan juga bisa berbagi dengan mengeluarkan zakat fitri kepada fakir miskin. amin