Dewandaru – Si Asem Londo

deDewandaru. Ini bukan nama dewa. Tapi nama sejenis tanaman yang asalnya dari Amerika selatan. Tapi, tanaman ini tumbuh dan tersebat juga di Indonesia.

Dewandaru (Eugenia uniflora) tergolong tanaman perdu yang tinggi dapat mencapai 5 meter. Batangnya tegak, berkayu, berbentuk bulat dengan kulit kayu berwarna coklat. Daun dewandaru merupakan daun tunggal. Warnanya hijau. Bentuknya lonjong dengan ujung dan pangkalnya meruncing. Ukuran daunnya sekira 5 sentimeter.

SurinamCherry2_000

Bunga tunggal dengan daun pelindung kecil berwarna hijau, mahkota bunga berwarna kuning sedangkan benang sari dan putik berwarna putih. Buahnya berbentuk bulat dengan diameter sekira 1,5 centimeter. Warnanya merah. Bijinya kecil, keras, berwarna coklat. Bagian luar buah terdapat tonjolan-tonjolan yang membedakannya dengan buah tanaman lain.

Pohon dewandaru dinamai juga asem selong, belimbing londo, ceremai londo, atau cereme asam. Dalam bahasa Inggris, pohon ini disebut Surinam Cherry, Brazilian Cherry, atau Cayenne Cherry. Nama ilmiahnya adalah Eugenia uniflora L.

Eugenia_uniflora_Pitanga

Pohon dewandaru memiliki berbagai manfaat. Buahnya mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin C. Kulit kayunya mengandung tanin. Sedangkan daunnya banyak mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid. Buah dan daun dapat digunakan sebagai bahan obat untuk mengurangi tekanan darah tinggi, penurun kolestrol, penurun metabolisme lipid, dan antioksidan.