Dosa Pertama Anak Adam

Dosa PertamaAdam dan Hawa tinggal di bumi. Dari keduanya, lahirlah anak-anak sebagai generasi pertama manusia bumi. Iblis pun memenuhi janjinya untuk menyesatkan. Iblis memiliki balatentara berupa setan-setan yang siap mengajak manusia berbuat dosa.

Qabil dan Habil adalah dua anak Adam yang telah menginjak dewasa. Mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Qabil bertani, sedangkan Habil beternak. Keduanya bekerja dengan keras. Qabil memiliki ladang yang subur dan banyak hasilnya. Habil memiliki banyak binatang ternak.

Sebagai wujud rasa syukur, Adam memerintahkan Qabil dan Habil untuk berkurban.

Setan mulai menggoda keduanya agar enggan berkurban. Qabil terbujuk rayuan setan. Dia pun memilih buah dan sayur yang busuk sebagai kurbannya. Sedangkan Habil enggan menuruti bujukan setan. Dia memilih ternak yang besar, gemuk, dan sehat sebagai kurbannya.

Keduanya pun meletakkan kurban mereka di suatu tempat. Pada masa itu, tanda diterimanya kurban adalah turunnya api yang menyambar dan membakar kurban tersebut.

Keesokan harinya, kurban dari Habil habis terbakar. Sedangkan kurban dari Qabil tetap utuh. Kurban dari Habil diterima Allah. Kurban dari Qabil ditolak.

Timbullah rasa dengki dalam hati Qabil. Dia tidak terima melihat kurbannya ditolak. Sedangkan kurban saudaranya diterima.

Qabil pun mengancam Habil, “Aku pasti membunuhmu!”

Habil tidak takut dengan ancaman Qabil. Justru Habil mengingatkan saudaranya agar ingat kepada Allah. Dia berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima korban dari orang-orang yang bertakwa.”

Qabil yang telah terbujuk setan tetap dengan niatnya untuk mencelakai Habil. Habil yang takut berbuat dosa berkata, bahwa dia tidak akan mebalas Qabil meskipun sebenarnya dia mampu melawannya.

Habil pun berkata, “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan membawa dosa membunuhku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”

Namun setan telah memasuki hati Qabil. Dia tidak menghiraukan nasihat saudaranya. Niatnya telah bulat. Dia pun mencari kesempatan untuk membunuh Habil.

Pembunuhan Manusia Pertama Kali

Hingga suatu hari, Qabil memukul kepala Habil. Habil pun meninggal dunia. Inilah pertama kalinya darah tertumpah. Setan pun bergembira melihatnya.

Kini, Qabil kebingungan melihat tubuh saudaranya. Dia tak tahu harus berbuat apa. Lalu Allah mengutus burung gagak untuk memberi contoh kepada Qabil. Dua burung gagak berkelahi hingga salah satunya mati. Lalu burung yang hidup menggali tanah, memasukkan tubuh burung yang mati, dan menutupnya lagi dengan tanah.

Melihat peristiwa itu Qabil menyesal seraya berkata, “Celakalah aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan tubuh saudaraku ini?”

Itulah dosa besar pertama manusia. Perbuatan yang terjadi akibat rasa iri dan dengki. Iblis telah berhasil membujuk anak Adam untuk berbuat dosa. Sejak awal terciptanya manusia, hingga hari kiamat kelak, iblis tak akan lelah mengajak manusia berbuat dosa agar kelak bisa bersama-sama menghuni neraka.