EKIDNA, Si Mamalia Bertelur

EKIDNA, Si Mamalia Bertelur

Tubuhnya berduri dan bisa menggulung. Kalian pasti mengira hewan ini adalah landak. Sebenarnya, binatang ini bukanlah landak, melainkan Ekidna.

Ya, sekilas Ekidna memang mirip landak. Tubuhnya berduri dan bisa menggulung. Bedanya, landak tergolong binatang pengerat dan herbivora. Sedangkan Ekidna adalah karnivora dan bukan pengerat.

Tubuh Ekidna berukuran cukup kecil. Memiliki moncong yang langsing. Kaki yang pendek dan berkuku tajam. Panjang moncong dan jumlah kuku digunakan untuk membedakan jenis spesies Ekidna.

bAda dua jenis Ekidna yang dibedakan dari panjang moncongnya. Yaitu, Ekida moncong pendek (Tachyglossus) dan Ekidna moncong panjang (Zaglossus). Ekidna moncong pendek berukuran lebih kecil daripada yang bermoncong panjang.

Ekidna moncong pendek banyak ditemukan di Australia. Sedangkan Ekidna moncong panjang berasal dari Papua. Sayangnya, Ekidna moncong panjang di Papua terancam punah. Populasinya sangat sedikit akibat perburuan oleh manusia.

c-2Keunikan lain dari Ekidna adalah caranya berkembang biak. Umumnya jenis mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan anaknya. Namun, Ekida berkembang biak dengan cara bertelur. Ekidna menghasilkan satu atau dua butir telur. Setelah keluar, telur akan disimpan di kantung perut hingga menetas. Anak Ekidna akan tetap berada di kantung induknya hingga keluar bulu-bulu durinya.