Fakta-fakta Luar Angkasa

Fakta-fakta Luar Angkasa

Pernahkah kalian membayangkan, bagaimana rasanya pergi luar angkasa? Seperti apa rasanya, ya, hidup jauh dari bumi? Apakah di sana panas, atau dingin? Terang atau gelap?

Yuk, coba kita cari tahu!

 

Luar angkasa itu dingin!

Mungkin banyak yang mengira, luar angkasa itu panas karena dekat dengan matahari. Kenyataannya justru sebaliknya! Laur angkasa itu sangat dingin.

Jika kita pergi ke sana tanpa pakaian pelindung, tubuh kita akan membeku dalam sekejap. Karena itulah, astronot selalu menggunakan baju khusus yang dapat melindungi tubuh mereka.

Tapi, bukankah di sana juga terkena sinar matahari? Inilah alasannya. Karena panas hanya bisa merambat melalui media, seperti udara, benda padat, atau air. Nah, di luar angkasa tidak ada udara sebagai media perambat panas. Maka, tidak akan ada panas yang diterima oleh tubuh.

 

Sunyi senyap

Di bumi, kita bisa mendengar suara karena ada udara. Gelombang suara dihantarkan oleh udara dari sumber bunyi menuju ke telinga kita. Nah, di luar angkasa tidak ada udara yang bisa merambatkan gelombang bunyi. Jadi, luar angkasa itu amat sunyi.

Jika di bumi, kamu bisa mendengar bunyi pesawat terbang yang melintas jauh di atas awan. Maka di luar angkasa kamu tak akan mendengar suara pesawat terbang yang melaju tepat di depanmu.

 

Gelap gulita

Mungkin kamu beranggapan, luar angkasa terang benderang karena banyak bintang bersinar. Ternyata, luar angkasa itu gelap gulita.  Ya, meskipun banyak bintang yang menjadi sumber cahaya, tapi cahayanya tidak cukup untuk menerangi luar angkasa yang sangat luar. Lagipula, di luar angkasa boleh dibilang kosong. Tak ada benda-benda yang mampu memantulkan cahaya.

Coba kamu bawa lampu senter ke tanah lapang yang gelap. Sorotlah senter ke arah langit. Pasti tetap terlihat gelap, kan? Karena tak ada benda yang memantulkan cahaya senter. Arahkan ke pohon, maka akan terlihat terang. Karena pohon memantulkan cahaya senter ke mata kita.