Gua Hira, Tempat Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama

Gua Hira`Suatu malam di bulan Ramadhan, Rasulullah mengasingkan diri di gua Hira. Waktu itu, beliau berusia 40 tahun. Tiba-tiba muncullah Malaikat Jibril menyerupai sesosok laki-laki besar. Rasulullah sangat ketakutan. Lalu Jibril mendekati Rasulullah dan menyampaikan ayat 1-5 surat Al-Alaq.

Letak Gua Hira

Gua Hira` terletak di Jabal Nur (artinya: Gunung Cahaya). Jaraknya sekira 6 km sebelah utara Masjidil Haram, Makkah. Tinggi gunung ini sekira 645 meter.

wp-1464661141802.jpeg

Untuk mencapai gua Hira`, kita harus mendaki bebatuan yang terjal dengan sudut kemiringan yang cukup tajam. Gua hira sangat sempit. Tingginya hanya 2 meter, panjang 3 meter, dengan lebar 1,5 meter. Gua ini hanya cukup digunakan untuk shalat dua orang. Di bagian kanan gua terdapat teras dari batu yang hanya cukup digunakan untuk shalat dalam keadaan duduk.

Gua Hira Kini

Di jalan masuk menuju gunung ada papan tertulis dengan berbagai bahasa termasuk bahasa indonesia yang berbunyi:
“Saudara kaum muslimin yang berbahagia: Nabi Muhammad tidak menganjurkan kita untuk naik ke atas gunung ini.  Begitu pula sholat, mengusap batunya, mengikat pohon-pohonnya, dan mengambil tanah-batu, dan pohonnya. Dan kebaikan adalah dengan mengikuti sunah Nabi Muhammad, maka janganlah anda menyalahinya.”

wp-1464661124571.jpeg

Begitulah kalimat yang tertulis di papan pengumuman yang resmi dikeluarkan pemerintah Arab Saudi.
Banyak jamaah haji dari berbagai negara yang ingin mengunjunginya. Di antara mereka, ada yang ingin mencari berkah. Padahal Rasulullah tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Rasulullah memerintahkan kita supaya taat kepada Allah dan beramal sesuai ajaran Rasulullah.