Hadiah Boneka buat Fida

Hadiah Boneka buat FidaHadiah Boneka buat Fida – “Nabi Muhammad adalah orang yang suka memberi. Anak-anak, jadilah anak shalihah yang baik dan suka memberi. Jangan pelit-pelit, nanti jadi temennya setan. Siapa mau jadi temennya setan?” Kata bu guru. “Hiii… Nggak mau….!“ jawab murid-murid kelas enam putri serentak.

Fida masih teringat pesang dari ibu guru tadi siang. Setelah shalat maghrib, Fida menghampri Ummi, lalu bertanya, “Ummi, kata bu guru, orang pelit itu temennya setan. Bener nggak, sih?”

“Pelit itu sifat yang buruk. Sesuatu yang buruk, pasti disukai setan,” Ummi menjelaskan, “Setan itu selalu berbisik di telinga manusia, ‘Hai manusia, kalau kamu memberikan hartamu pada orang lain, nanti kamu akan menjadi miskin.’ Padahal Allah akan memberikan rizki yang banyak kepada orang yang suka memberi. Lagipula, uang yang Fida sedekahkan akan dicatat oleh Allah sebagai tabungan di akhirat. Kalau Fida suka memberi dan tidak pelit, tabungan Fida di akhirat banyak”

“Gitu ya, Ummi,” kata Fida, mencoba memahami penjelasan Ummi.
***
Pagi itu di hari Ahad, Ummi mengajak Fida berbelanja ke swalayan. Ummi membeli sayur buncis, buah semangka, dan sekilo ayam potong. Ketika mau pulang, Fida melihat boneka kelinci yang dipajang di stand mainan anak. Boneka kelinci itu berwarnanya putih bersih, telinganya panjang, giginya cuman dua, lucu sekali.

“Ummi, Fida pengen boneka itu ya mi.” “Loh, kan Fida udah kelas dua kok masih suka boneka sih?” “Habis lucu mi, ya Mi, pliss..” kata Fida memelas. Ummi geleng-geleng melihat tingkah anaknya menirukan adegan filem kartun di televsi. “Ummi belikan. Tapi, jangan bikin Fida jadi malas mengaji ya?” “Siap.. Makasih ya, Ummi..”

Ketika Fida dan ummi hendak pulang, tiba-tiba seorang anak kecil datang dan menunjuk boneka kelinci yang dibawa Fida sambil menangis.
“Ibu aku pengen yang itu!” “Yang itu sudah habis nak,” kata ibunya sambil menghitung jumlah uang yang dibawanya. “Pokoknya yang itu.. yang itu…!” Tangisnya semakin keras. Ibu itu meminta maaf kepada umi sambil menarik tangan kiri putrinya. Tapi, anak kecil itu tidak mau pergi dan terus menangis.

Fida menatap boneka barunya yang lucu. Kemudian menatap anak kecil itu yang terus merengek sambil menunjuk bonekanya. Kemudian Fida menatap ke arah ummi yang menganggukkan kepala sambil tersenyum.

“Ini boneka buat adek,” kata Fida sambil menyerahkan boneka itu kepada anak kecil tadi. Ibu si anak menolaknya, namun anak kecil itu terus merengek. Akhirnya ibu itu mengalah dan berterima kasih banyak kepada Fida dan ummi. “Semoga Allah menjadikanmu wanita yang shalihah selalu, ya Nak,” kata ummi sambil mencium pipi Fida.

Baca juga :  KEJUJURAN IKHSAN – Kisah Berhikmah

***

“Ummi, Fida menang juara satu…!” Fida berteriak sambil berlari ke arah ibunya. Dia membawa kotak yang cukup besar. “Alhamdulillah,” kata umi senang. Hari itu, di sekolah Fida diadakan lomba tilawah Al-Qur`an antar kelas. Fida terpilih menjadi juara satu di sekolah.

“Ini hadiahnya gede amat,” kata ummi. Fida lalu membuka kado besar berbentuk kotak itu. Fida kaget bukan main. Ummi juga bengong melihat isi kotak itu. Isi adalah boneka kelinci berwarna putih. Telinganya panjang, giginya cuman dua. Lucuu sekali. Fida melompat kegirangan. Ummi menghampiri Fida dan memeluknya.

Mungkin, inilah balasan karena Fida merelakan bonekanya untuk anak kecil yang menangis kemarin.

“Syaitan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kikir, padahal Allah menjadikan untukmu ampunan dan karunia-Nya dari memberi tersebut. [Al-baqoroh: 268]

Oleh: Kak Fatih