Hanya Takut Kepada Allah

Hanya Takut Kepada Allah

Suatu Ketika, pasukan islam yang dipimpin Nabi Muhammad sudah untuk berperang. Mereka tengah menunggu musuh untuk mnyerang lebih dahulu. Sambil menunggu, pasukan Islam melakukan shalat Khauf, dipimpin langsung Nabi Muhammad.

Dari kejauhan, pasukan musuh melihat pasukan islam melaksanakan shalat dengan sangat kompak. Terlihat, pasukan Islam berbaris rapi dan melakukan gerakan serempak. Hal ini membuat pasukan Musuh ketakutan. Mereka pun lari dan bersembunyi.

Melihat tidak ada serangan, pasukan islam beristirahat. Nabi Muhammad beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. Beliau bersandar di bawah pohon dan mletakkan pedangnya. Tiba-tiba ada salah seorang musuh yang berhasil menyelinap. Namanya Ghaurats bin Harits.

Allah yang akan Melindungi

Ghaurats pun dengan diam-diam mengambil pedang Nabi. Beliau masih mengantuk sehingga tak sadar jika pedangnya diambil. Dengan cepat, ghaurats menodongkan pedang tersebut ke leher Nabi. Nabi Muhammad terkejut. Dengan sombongnya, Ghaurats berkata, “ Hai Muhammad, tidakkah kamu takut padaku?”

Nabi Muhammad menjawab dengan tenang, “ Tidak. Mengapa aku harus takut kepadamu?”

Ghaurats berkata, “ Lihatlah, pedang ada di tanganku. Siapa yang akan melindungimu dariku sekarang?”

Nabi Muhammad berkata, “Allah yang akan melindungiku.”

Mendengar jawaban Nabi Muhammad, Ghaurats gemetar. Badannya tiba-tiba menggigil ketakutan dan pedangnya terjatuh. Lalu nabi Muhammad mengambil pedang miliknya dan menodongkan ke muka Ghaurats, “ Siapa sekarang yang akan menolongmu dariku?”

Ghaurats berkata, “Tidak ada seorangpun yang bisa menolongku.”

Kemudian Rasulullah memanggil beberapa shahabat dan menceritakan hal tersebut. Beliau lalu menyuruh Ghaurats pergi tanpa menyikiti sama sekali. Ghaurats pun berkata, “ Engkau lebih abik dari diriku. Aku berjanji tidak akan memerangimu dan bersama dengan orang-orang yang memerangimu.”

Lalu Ghaurats pergi. Dan pada akhirnya dia memeluk Islam.

Begitulah kekuatan iman yang sempurna. Nabi Muhammad tak takut sedikitpun kepada musuhnya. Beliau hanya takut kepada Allah. Beliau bertawakal kepada Allah, maka Allahpun menolongnya.

Kitapun harus bertawakal kepada Allah dan hanya takut kepada-Nya. Tawakal adalah menyandarkan nasib kepada Allah. Kita juga harus mengimani bahwa semua bahaya tidak akan menyakiti kita jika Allah tak menghendaki. Oleh karenanya, saat dalam bahaya, kita harus memohon pertolongan kepada Allah. Jika kita hanya bersandar kepada Allah, Allah akan selalu menolong kita.