Hari Esok Lebih Baik

Hari Esok Lebih Baik

Waktu terus berjalan, tiada henti. Jarum jam selalu berdetak. Berputar dan terus bergerak. Hari berganti pekan. Pekan pun berubah menjadi bulan. Genap dua belas bulan menjadi satu tahun.

Terasa berjalannya waktu sangat cepat, padahal durasinya sama. Hari ini, kemarin dan esok, sehari semalam selalu 24 jam. Waktu terasa cepat ketika kamu merasa bahagia. Sedang asyik dan santai. Atau bermain. Rasanya baru saja main, ternyata sudah berlalu lebih dari dua jam. Sungguh waktu terasa begitu sangat cepat.

Sebaliknya, waktu terasa lama saat menunggu. Misalnya, saat kamu menunggu angkot lewat. Atau, menunggu kedatangan temanmu ke rumah. Terasa lama sekali.

Waktu terasa sangat lambat, ketika kamu terbaring sakit. Harus tiduran terus di ranjang. Iya kan? Apalagi kamu lagi sakit gigi. Wow, betapa lamanya. Kamu tidak sabar ingin segera sembuh. Padahal sakitnya baru beberpa menit saja.

O ya, bagaimana kamu merasakan waktu saat menjawab soal pada Ujian Tengah Semester (UTS) dulu. Tergantung dengan soalnya juga kan? Waktu dua jam terasa cepat, ketika soal-soalnya sulit. Belum selesai dikerjakan, waktunya sudah habis. Sangat berbeda ketika soalnya mudah, bisa dijawab cepat. Maka, cepat selesai cepat keluar kelas. Dan cepat pulang.

Jadi sebenarnya, waktu itu berjalan normal. Tidak dipercepat, tidak juga disengaja lambat. Perasaan kamulah yang menjadikan cepat atau lambat. Ya perasaan kamu saja. Hehe…

Rugilah orang-orang yang telah diberi waktu atau kesempatan namun tidak memanfaatkannya dengan baik. Banyak waktu terbuang. Tidak ada manfaat yang diraih. Tidak juga kebaikan yang bisa ditunjukkan.

Semestinya, bertambah waktu diiringi dengan bertambah amal. Bertambah hari meningkatlah kebaikan. Hari ini harus menjadi lebih baik. Pergantian tahun harus dibarengi dengan peningkatan aktifitas yang lebih baik. Lebih bermanfaat.

Hari Esok Harus Lebih Baik

Jika tahun-tahun yang sudah berlalu masih sering bangun kesiangan, maka tidaklah boleh terjadi di tahun ini. Tidak boleh terulang kembali. Jaga tidurmu, harus tidur lebih awal untuk bangun lebih pagi. Pekerjaan di pagi hari harus lebih gesit lebih cepat lagi dilakukan. Mandi, menyapu, membersihkan tempat tidur dan lainnya demi baktimu kepada ayah ibu.

Jika tahun lalu, masih ada shalat wajibmu yang terlambat atau tidak tepat waktu. Maka mari di tahun ini agar lebih rajin lagi. Lebih cepat lagi bergerak saat setelah mendengar adzan dikumandangkan. Tinggalkan aktifitas apapun ketika kamu sudah mendengar adzan. Tak ada lagi alasan untuk menunda, mengulur waktu.

Jika di tahun yang sudah berlalu masih ada atau bahkan banyak pelajaran yang belum bisa dipahami, PR pun masih banyak tercecer. Maka mari lebih konsentrasi lagi. Mari maksimalkan saat berada dalam kelas bersama guru. Dengarkan dengan baik, tanyakan hal-hal yang kamu belum paham. Tidak boleh malu, tidak boleh ragu. Karena harimu harus lebih baik. Hari ini harus lebih semangat lagi.

Waktu untuk belajarmu ditambah lagi. Waktu untuk membaca alQuran pun juga ditambahkan. Waktu untuk membaca buku diperbanyak. Waktu untuk berbakti pada kedua orang tuamu harus kamu istimewakan. Tidak ada waktu yang dilalui kecuali ada kebaikanmu yang selalu menyerta.

Harimu harus lebih baik. Belajarmu harus lebih rajin lagi. Ibadahmu harus lebih hebat lagi. Amalanmu harus lebih banyak lagi. Baktimu harus lebih sungguh-sungguh lagi. Kamu harus menatap masa depanmu lebih bersemangat, lebih bergairah. Lebih ok.

Yesss, bismillah.