Hidangan Yang Turun Dari Langit

mukjizat nabi isa

Al-Qur`an menceritakan kisah Nabi Isa. Alkisah, Nabi Isa memerintahkan kepada para pengikutnya untuk berpuasa selama 30 hari. Mereka setuju dan menaati perintah Nabi Isa. Namun, setelah tiga puluh hari berpuasa, mereka mengajukan permintaan yang mengejutkan

“Hai ‘Isa putera Maryam, bersediakah Rabbmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami,” kata para hawariyun, pengikut nabi Isa.

Nabi Isa terkejut mendengar permintaan mereka. Nabi Isa pun menasihati mereka, “Bertaqwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman.”

Namun para hawariyun tetap berkeras diri. Mereka berkata, “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu,” kata mereka.

Para hawariyun ini meminta hidangan yang diturunkan Allah dari langit sebagai bukti kebenaran Nabi Isa. Mereka juga ingin bukti bahwa Allah telah menerima puasa dan mengabulkan permintaan mereka.

Nabi Isa mengingatkan lagi para pengikutnya agar tidak meminta sesuatu yang melampaui batas. Namun mereka tetap dengan permintaannya. Lalu pergilah Nabi Isa menuju tempat peribadatannya untuk memanjatkan doa kepada Allah.

“Ya Rabb kami, turunkanlah kepada kami sebuah hidangan dari langit, yang hari turunnya akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Berilah kami rezeki dan Engkaulah sang Maha Pemberi rezeki.”

Allah Mengabulkan Doa Nabi Isa

Allah berkenan mengabulkan doa Nabi Isa. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu. Barang siapa yang kafir sesudah turun hidangan itu, maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.”

Turunlah hidangan yang mereka minta. Orang-orang menyaksikan menyaksikannya turunnya hindangan di antara dua awan, lalu mulai mendekat sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya mendarat di hadapan ‘Isa ‘alaihissalam dalam keadaan tertutup oleh kain. Nabi Isa menohon kepada Allah agar menjadikannya rahmat, bukan adzab. Lalu ‘Isa ‘alaihissalam membuka kain penutupnya seraya mengucapkan, “Dengan nama Allah sebaik-baik pemberi rizki.”

Setelah terbuka, mereka mendapati hidangan yang beraneka rupa. Hidangan tersebut memiliki aroma yang harum. Nabi Isa segera bersujud untuk bersyukur kepada Allah. Para hawariyun pun mengikuti apa yang dilakukan Nabi Isa.

Nabi Isa lalu menyuruh mereka untuk menyantap hidangan tersebut. Ribuan orang menyantapnya, namun hidangan tak kunjung habis. Bahkan, mereka yang sakit menjadi sembuh setelah memakannya. Mereka yang cacat pun kembali normal setelah menyantapnya. Saat itu, Al Hawariyyun pun bersuka cita dan menjadikan hari turunnya hidangan sebagai hari raya.

Hidangan inilah yang disebut dengan Al-Maidah. Nama AlMaidah diabadikan menjadi nama surat di dalam kitabullah. Turunnya hidangan ini menjadi salah satu tanda kebesaran Allah dan kebenaran Nabi Isa sebagai Rasul Allah.