Hormati Ayah, Muliakan Ibu

Hormati Ayah, Muliakan IbuHormati Ayah, Muliakan Ibu – Anak shalih pasti menghormati dan menyayangi kedua orang tuanya, ayah dan ibunya. Banyak cara bisa kamu lakukan untuk menghormati ayahanda dan memuliakan ibunda. Jika kamu belum tahu, bertanyalah. Jika tidak bisa berbuat sesuatu, belajarlah. Jangan diam.

Ketika kamu menghormati ayahmu? Pasti Allah membarakahimu. Saat kamu memuliakan ibumu, pasti Allah akan memuliakan dirimu. Allah akan memberi balasan berupa pahala. Kedua orang tuamu juga akan membalas dengan segala kebaikan pula.

Ketika kamu menghormati ayahmu, maka kamu akan dicinta. Ketika kamu memuliakan ibumu, maka kamu mendapatkan kasih sayangnya. Bahkan cinta dan kasih sayangnya melebihi dari apa yang kamu berikan.
Ridha Allah adalah ridha orang tua. Sebaliknya, murka Allah ada pada murkanya orang tua. Celakalah kamu jika selalu durhaka. Tidak pernah menghormati. Tidak juga memuliakan.

Ketahuilah! Dosa yang paling besar adalah menyekutukan Allah, meyakini ada tuhan-tuhan lain. Padahal kita semua tahu, hanya Allah satu-satunya Rabb yang menguasai dan memiliki seluruh alam raya ini.
Dan, dosa terbesar kedua adalah berbuat durhaka kepada orang tua. Saat kamu marah ketika diingatkan ibu, atau tidak terima ketika dinasehati ayah.

Karenanya, belajarlah menghormati ayahmu dan memuliakan ibumu. Ikutilah aturan yang telah disepakati bersama. Tunaikan kewajiban harian. Tunjukkan sikap yang sopan. Santun dalam bicara. Hati-hati menjaga kata-kata. Dan siap mendengar ketika ayahmu dan ibumu bicara. Pahami, lakukan.

Baca juga : Sombong? Itu bukan Sifatku

Hormati ayahmu, muliakan ibumu. Bangun pagi, shalat Shubuh di masjid (bagi kamu yang laki). Membaca alQuran, bertadarus. Istirahatlah di siang hari. Jangan habiskan waktumu untuk main games dan nonton tivi. Jangan menunjukkan ketidak-baikanmu di depan ayah ibumu. Ringankan pekerjaan rumah ibumu, atau setidaknya jangan membuat repot ibumu.

Jika semua kewajiban ditunaikan, hak-hakmu pun akan terpenuhi. Ketika ayah ibumu senang, mereka akan memenuhi kemauanmu. Pasti akan menyayangimu. Bangga dengan keberadaanmu. Duhai, hebatnya kamu.
Hormati ayahmu, muliakan ibumu. Pastikan ada peluk dan cium dari ayah ibumu setiap pagi, ketika berangkat ke sekolah. Mintalah doa dari keduanya; agar menjadi anak shalih, mengabdi kepada Allah, berbakti kepada keduanya. Kemudian jangan lupa, kamu balas doanya di setiap pagi saat berpamitan.

Bersyukurlah. Bersamamu masih ada orang tua. Setiap pagi melihat keduanya sehat. Betapa sedihnya, ketika kamu mendengar ada kawanmu yang kehilangan ayah. Sudah tidak lagi memiliki ibu. Bahkan ada juga yang sudah yatim piatu. Tidak berayah, dan tanpa ibu.
Yuk, selalu memuliakan keduanya. Demi kebaikanmu, coba ingat dosa apa yang pernah kamu lakukan kepada ayah dan ibu. Kemudian segera minta maaf. Dan balaslah segala keburukan yang pernah kamu lakukan dengan banyak kebaikan. Berjanjilah!

Sungguh segala kebaikan ayah dan ibumu tak kan pernah bisa dihitung. Tak kan pernah bisa dinilai dengan uang. Jadi, mengapa kamu harus marah, hanya karena permintaanmu belum dikabulkan? Mengapa kamu harus merengek memaksa, sementara ibumu sakit, kamu pun tak peduli?
Mari merenungi. Sudah berapa lama kamu berani melawan orang tua? Seberapa sering membuat air mata ibumu harus menetes.

Sungguh…Celakalah anak yang tidak menghormati ayahnya. Berdosalah anak yang tidak memuliakan ibunya. Dan sungguh tak kan pernah bisa, seorang anak membalas dengan sempurna segala kebaikan yang pernah diberikan ayah ibunya. Ya, tak kan pernah bisa. Selamanya!
Wallahu A’lam