Idul Fitri Sesuai Petunjuk Nabi

Ramadhan  hampir usai. Semoga adik-adik masih bersemangat dan bertambah amal shalihnya. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam semakin giat beribadah di sepuluh hari terakhir. Beliau mengajak keluarganya untuk menghidupkan malam di masjid. Beliau mengerjakan shalat malam, berdzikir, berdoa, dan tilawah Al-Qur’an.

Idul Fitri

Usai Ramadhan, kaum muslimin merayakan hari raya Idul Fitri, tanggal 1 Syawal 1437 H. Pada hari ini, kita semua berbuka puasa. Kita boleh berkumpul, makan-makan, bersenang-senang serta bermain-main, tapi tidak berlebih lebihan, serta tidak melakukan dosa dan keharaman.

Pagi harinya, seluruh kaum muslimin mengerjakan shalat Idul Fitri. Laki laki, perempuan hingga anak-anak berkumpul di tanah lapang untuk shalat hari raya. Seperti inilah tuntunan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu’alaii wasallam senantiasa melaksanakan shalat Ied di lapangan, Abu Sa’id Al Khudri berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya ‘idul fithri dan ‘idul Adha menuju tanah lapang.” (HR. Bukhari)

Nabi Muhammad melaksanakan shalat ‘Idul Fithri agak siang, supaya kaum muslimin masih punya kesempatan untuk menunaikan zakat fitri. Sedangkan shalat ‘idul Adha, dilakukan lebih pagi agar orang-orang dapat segera menyembelih hewan qurbannya.

Baca juga : Menyembelih Qurban dan Membagikan Dagingnya

Tuntunan Ketika Hendak Keluar Melaksanakan Shalat ‘Ied

Mandi, Berhias, dan Sarapan

Sebelum shalat, kita dianjurkan untuk mandi. Memakai pakaian yang terbaik, namun tidak harus baru. Disunnahkan untuk makan pagi untuk menandakan bahwa kita tidak sedang berpuasa. Berpuasa di hari raya hukumnya haram.

Bertakbir

Berjalan kaki menuju tanah lapang sambil bertakbir, yaitu mengucapkan :

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya.

Sesampai di lapangan, sebaiknya langsung duduk di tempat yang tersedia. Tidak mengganggu atau mengambil tempat duduk jamaah lain yang sudah datang terlebih dahulu.

Tidak boleh melakukan shalat sunnah, karena tidak ada shalat qobliyah dan ba’diyah ied. Shalat ied juga tidak ada seruan adzan atau iqamah. Bila imam datang dan berdiri mendirikan shalat, maka para makmum semuanya ikut berdiri.

Berjalan kaki dengan menempuh jalan yang berbeda

Berangkat menuju lapangan dengan berjalan kaki. Berangkat dan pulang disunnahkan menempuh jalan yang berbeda.

Sahabat Jabir berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.”

Dari Ibnu ‘Umar, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.”(HR. Ibnu Majah)