Ingin Menjadi Super Hero – Kisah Berhikmah

Ingin MenjadiFahri asyik menonton televisi. Ditemani satu toples kue kering, dan satu gelas susu cokelat manis. Film super hero yang suka menolong anak-anak dari serangan monster. Dengan sekali tembakan laser, zzzttt… monster itu langsung mati tak berdaya.

Fahri menirukan persis gaya karakter itu. Ia membayangkan betapa hebatnya dirinya andai mempunyai kekuatan super seperti itu. Kereen, gumamnya dalam hati.

Keesokan harinya di sekolah murid-murid sedang ramai membicarakan tentang super hero.

“Fahri, kemarin sore nonton super hero nggak?” tanya Syamil.

“Ya iyalah, keren banget ya.” Kata Fahri bersemangat. Sambil tangannya menirukan gaya tembakan laser.

Kemudian mereka berdua asyik dengan obrolan mereka seputar super hero. Anak-anak yang lain mulai bergabung. Suasana kelas menjadi ramai. Semua anak ingin menjadi super hero, tidak ada yang mau menjadi monster.

“Syamil, kamu jadi monster ya,” kata seorang diantara mereka.

“Enak aja, kamu yang jadi monster,” Kata Syamil tidak terima. Kelas menjadi sangat gaduh. Mereka tidak menyadari kehadiran ustadz Fatih yang sedari tadi berdiri di depan pintu kelas. Mereka terus saja berselisih.

“Assalamualaikum,” ustad Fatih mengucapkan salam. Murid-murid terkejut dan segera bubar menuju meja masing-masing. Ustad terdiam sejenak dan melihat sekitar.

“Sedang membicarakan apa ini kok kayaknya seru banget?” tanya ustad. Murid-murid terdiam.

“Super hero ya?” tanya ustad lagi. Seketika itu anak-anak menjawabnya dengan serentak. “Iyaa ustaad… “

“Keren ustad, dia bisa membunuh monster dengan sekali serangan!!” kata seorang murid.

“Iya ustad, monsternya nggak bisa ngelawan, langsung mati aja haha,” kata seorang murid yang lain.

Kelas mendadak ramai seperti sebelumnya. Ustad Fatih tersenyum melihatnya.

“Oke-oke tenang. Ustad ingin bercerita tentang super hero. Kata ustad lagi.

“Yeee…” anak-anak kembali tenang. Dua anak yang duduk di bangku belakang masih asyik sendiri dengan obrolannya. Ustad Fatih tidak memulai bercerita bila masih ada yang berbicara sendiri.  Sampai keduanya kembali tenang dan ustad mulai bercerita.

“Super hero memanglah hebat dan super. Bisa mengalahkan monster yang kuat, bahkan monster raksasa sekalipun.” kata ustad. Murid-murid mengangguk seakan-akan mereka setuju dengan kata ustad Fatih.

“Islam pun punya super hero,” Kata ustad lagi. Murid-murid saling menatap keheranan. “Umar bin Khattab, beliau adalah seorang sahabat yang kuat. Ketika beliau mengangkat pedangnya yang super gede tidak ada musuh yang berani mendekat. Bahkan setan sekalipun. Padahal beliau tidak bisa melihatnya, sedang setan dapat melihat beliau dengan jelas,” terang ustad.

Baca juga : Kelas Baru Semangat Baru – Kisah Berhikmah

Para murid terlihat saling berbicara pelan dengan teman sebangkunya dengan penuh rasa takjub. Ustad Fatih kembali menjelaskan.

“Super hero yang ada di televisi itu paslu. Dia memang berjuang untuk umat manusia. Dia memang mengalahkan monster. Tapi umat manusia dan monster yang berada di film. Monster yang sesungguhnya kan tidak ada?” kata ustad lagi.

Kemudian ustad Fatih menceritakan tentang anak-anak muslim yang berada di Suriah. Yang kini tengah terluka dan menderita.

“Ayah ibunya telah tiada karena dibunuh oleh musuh-musuh penjajah. Tinggalah ia seorang diri. hidup sendiri, makan cari sendiri, pergi ke masjid sendiri, padahal usia mereka masih kecil seperti kalian. Mereka tidak lagi bersekolah karena sekolah mereka telah hancur. Mana super hero yang katanya membela anak-anak?”

Murid-murid saling mengangguk tanda mengerti. “Super hero itu menolong sesama manusia. Kalian pun bisa menjadi super hero dengan menolong saudara-saudara kalian di Suriah,” jelas ustad Fatih lagi.

Lalu ustad Fatih mengumumkan kepada murid-murid untuk mengumpulkan pakaian bekas esok hari. Insya Allah pakaian itu akan disumbangkan kepada anak-anak di Suriah.

Sesampainya di rumah, Fahri menceritkan tentang anak-anak Suriah kepada umi. Umi tersenyum mendengarnya.

“Setelah ini Fahri akan menjadi super hero!!” kata Fahri sambil mengumpulkan pakaian bekas dan kue-kue kering untuk disumbangkan ke Suriah.

Oleh: Kak Fatih