Jangan Berlebihan

jangan berlebihan

Alfi bersiap ke sekolah. Full day school dari jam delapan pagi hingga jam tiga sore. Tak lupa, dia membawa bekal makanan. Makanan hasil masakan ibunya. Hari ini, ibu memasak menu spesial kesukaan Alfi. Sayur orak-arik campur bakso dan sosis. Ada lagi telur dadar dan tempe goreng krispi.

Alfi bersemangat mengisi penuh kotak makannya. Nasi putih, sayur, dua potong besar telur dadar, dan tiga potong tempe goreng krispi. Eh, masih ada lagi, lima potong kue brownies dan dua iris roti tawar masuk juga ke kotak bekalnya. Hmm, bekal yang sangat banyak untuk anak SD kelas empat.

Ternyata, saat makan siang, Alfi tak menghabiskan bekalnya. Dia hanya makan setengahnya saja. Sisanya dibawa pulang lagi. bahkan ada yang dibuang karena sudah tercampur. Iih, mubadzir, kan!

Ada lagi cerita si Bobi. Dia sangat senang membeli sepatu. Setiap ada model baru, pasti dia minta dibelikan ayahnya. Dalam sebulan bisa membeli dua hingga tiga pasang sepatu. Koleksi sepatunya pun memenuhi lemari. Bahkan ada yang hanya sekali pakai, lalu disimpan. Boros, ya!

Dua cerita di atas adalah contoh perbuatan berlebihlebihan. Berlebih-lebihan itu perbuatan yang melampaui batas. Misalnya, sebenarnya kamu hanya mampu makan satu piring, namun kamu mengambil makanan dua piring penuh. Akhirnya, makanan yang kamu ambil bersisa.

Anak shalih tak suka berlebihan. Seperti Alfi yang membawa bekal banyak, tapi tak dia habiskan. Akhirnya mubazir.

Contoh lainnya yaitu, kamu sudah memiliki banyak baju. Namun kamu masih meminta dibelikan baju baru setiap bulan. Tidak cuma satu, tapi dua atau tiga. Padahal, baju yang lama masih banyak dan masih bagus untuk dipakai. Jadilah lemari pakaian penuh dengan baju yang nggak pernah dipakai lagi.

Mestinya kamu cukup memiliki dua atau tiga pasang sepatu. Namun, kamu membeli sepatu
atau sandal setiap bulan hanya untuk dikoleksi. Setiap ada model baru harus beli. Tidak dipakai, tapi cuma disimpan di lemari saja.

Teman-teman, sikap berlebihan itu tidak baik. Bukan akhlak anak shalih dan shalihah. Allah subhanahu wa ta’ala sudah mengingatkan kita tentang sikap berlebihan;

“Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Oya, berlebih-lebihan tidak hanya soal makanan atau pakaian, lho! Ada juga berlebihan dalam memakai air. Misalnya, mandi berlama-lama sehingga menghabiskan banyak air. Padahal, kamu bisa berhemat air dengan mandi dengan seember air saja.

Membuka kran penuh saat berwudhu sehingga air mengalir deras. Padahal berwudhu cukup dengan air yang mengalir pelan. Asalkan bisa untuk membasuh bagian-bagian wudhu dengan baik. Biar hemat air.

Berlebih-lebihan juga berarti membelanjakan harta untuk sesuatu yang tidak berguna. Misalnya, membeli kembang api atau petasan atau menyewa playstation.

Nah, anak shalih tentu tidak suka boros, tidak mau berlebih-lebihan. Karena sifat boros itu dekat dengan perilaku setan. Yuk, biasakan berhemat, tidak berlebih-lebihan.

Semoga Allah memudahkan kita menjadi hamba-Nya yang shalih!

 

BACA JUGA: MENJADI PEMALU ITU BAIK