Jejak Hijrah Rasulullah shalallahu alaihi wa salam

Selama berada di Makkah, Nabi Muhammad dan kaum muslimin selalu mendapatkan perlawanan dari kaum musyrikin Quraisy. Lalu, Allah memerintahkan Rasulullah dan kaum muslimin untuk berhijrah ke Madinah. Peristiwa Hijrah menjadi awal berkembangnya Islam.
Nabi SAW memerintahkan kaum mukminin agar hijrah terlebih dahulu ke Madinah. Mereka berangkat secara diam-diam agar tidak dihadang oleh musuh. Rasulullah dan Abu Bakar adalah melakukan hijrah setelah seluruh kaum muslimin meninggalkan Makkah. Orang-orang Quraisy siap menghadang perjalanan beliau. Tapi, atas perintah Allah, Rasulullah dan Abu Bakar selamat.

Jabal Tsur

Rasulullah berjalan ke arah selatan, padahal Madinah berda di arah utara. Cara ini dilakukan Rasulullah untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang mengejarnya. Rasulullah dan Abu bakar mendaki gunung Tsur. Lalu mereka berdiam diri di Gua Tsur ini selama tiga hari.

Masjid Quba

Sebelum memasuki Madinah, rombongan Rasulullah beristirahat di Quba. Quba adalah sebuah kampung di sebelah tenggara Madinah. Beliau tinggal di Quba selama empat hari.Di sini, Rasulullah membangun sebuah masjid. Masjid ini dinamakan masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh tangan Rasulullah. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa.Masjid Quba terletak sekira 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dahulul, masjid Quba sangat sederhana. Namun, sekarang sudah dibangun menjadi sangat megah. Saat ini luas mesjid Quba sekira 5.035 meter persegi. Masjid ini memiliki 19 pintu dengan 3 pintu utama tempat masuk para jamaah ke dalam masjid.

Masjid Jumuah

Setelah dari Quba, rombongan Rasulullah berjalan menuju Madinah pada Jumat pagi. Tidak jauh dari Quba, waktu shalat Jumat telah masuk. Beliau pun shalat Jumat di Wadi Ranuna. Di tempat shalat Jumat Rasulullah itu kemudian dibangun Masjid Al-Jum’ah (Jumat). Masjid tersebut dibangun dari pecahan bebatuan.

Masjid Nabawi

Memasuki kota Madinah, Rasulullah disambut gembira oleh kaum Anshar dan Muhajirin. Mereka sudah lama menantikan hadirnya Rasul yang mulia. Setiap orang menawarkan rumahnya untuk disinggahi. Namun, Rasulullah memilihnya sendiri. Beliau membiarkan onta tunggangannya berjalan. Onta tersebut berhent di sebidang tanah milik bani Najr. Rasulullah ingin membelinya, namun tanah tersebut diwakafkan oleh pemiliknya. Di tanah itulah Rasulullah membangun masjid dan tempat tinggal. Masjid dibangun dengan dinding tanah, tonggak batang kurma, dan atau pelepah kurma. panjangnya 35 m dan lebar 30 m. Di salah satu sudutnya, dibangun tempat tinggal Rasulullah.Kini, masjid Nabawi dibangun sangat megah, indah, dan sangat luas.