Jika Haid datang Menjelang Maghrib

HaidAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, kalau saya puasa sunnah atau wajib, tapi sekitar 5 atau 10 menit sebelum maghrib tiba tiba haidh, apakah puasa kita batal atau masih boleh dilanjutkan? Mohon jawabannya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Dinda YF

Lombok Barat, NTB

 Baca juga : Apakah Makan membatalkan Wudhu?

Jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah, salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang muslim dan muslimah adalah shaum Ramadhan. Bila ingin menambah, ada pula shaum tathawwu’ atau shaum sunnah, seperti; shaum pada setiap hari senin dan kamis; shaum tiga hari setiap bulannya (kalender hijriyah); dan shaum enam hari di bulan syawwal.

Shaum dianggap sah bila memenuhi syarat syaratnya, yaitu berniat untuk berpuasa, serta suci dari haidh dan nifas.

Jika seorang muslimah sudah berniat puasa, namun sebelum waktu berbuka tiba tiba haidh, maka puasanya menjadi batal. Bila yang batal adalah shaum Ramadhan, maka ia harus menggantinya di hari yang lain ketika sudah suci dari haidh.

Dari Mu’adzah dia berkata, “Saya bertanya kepada Aisyah seraya berkata, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.” (HR. Muslim)

Jadi meskipun puasa kamu tinggal 5 menit atau 10 menit, jika datang haidh maka puasanya menjadi batal. Selain puasanya batal, kamu juga tidak boleh shalat maghrib. Jika yang batal adalah puasa Ramadhan, kamu wajib mengganti di hari lain sebanyak hari haidh yang kamu alami. Namun, kamu tidak berkewajiban mengganti shalat yang ditinggalkan ketika haidh.