Katanya Bumi itu berputar, tapi mengapa kita tidak merasakannya?

bumi itu berputar

Siang malam silih berganti. Matahari terbit dari timur dan terbenam di barat. Itu semua terjadi karena bumi berputar pada porosnya. Kamu mungkin pernah berpikir atau bertanya, kalau bumi berputar, mengapa mengapa kita tidak merasakannya, ya? Yuk, kita coba cari alasannya!

Bumi berputar pada porosnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, yaitu 1.600 kilometer per jam. Atau, setara dengan 4,4 kilometer setiap detik. Jadi, dalam satu detik, permukaan bumi bergeser sekira 4,4 kilometer dari lokasi sebelumnya.

Mengapa kita tidak merasakannya? Karena, bumi berputar dengan kecepatan yang konstan. Tidak melambat, tidak pula melaju. Lalu, pada saat bersamaan, kita bersama dengan udara di atmosfer, air laut, dan semua benda di permukaan bumi berputar bersama-sama. Kita tidak merasakan bahwa kita sedang bergerak, karena semua yang ada di sekeliling kita, seperti gunung dan lautan tetap di tempatnya.

Ini mirip seperti saat kamu naik pesawat terbang. Saat pesawat akan terbang atau hendak mendarat, kita merasakan ada guncangan, karena laju pesawat menjadi lebih cepat atau melambat. Saat itu, kita harus memasang sabuk pengaman agar tidak terlempar dari kursi.

Namun, ketika pesawat sudah terbang dengan kecepatan konstan, kita merasa tenang dan bahkan boleh melepas sabuk pengaman, tanpa takut terjatuh. Petugas pesawat bisa berjalan untuk mengantarkan gelas minuman, tanpa takut isi gelasnya akan tumpah. Padahal, saat itu, pesawat sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi.

Bayangkan, jika secara tiba-tiba kecepatan rotasi bumi berkurang atau bertambah sedikit saja. Seluruh benda di permukaan bumi pasti akan terlempar, terbang, dan hancur. Alhamdulillah, Allah menciptakan bumi dengan sempurna, sehingga kita bisa tenang hidup di dalamnya.