Kaum yang Durhaka  

 

Kaum yang Durhaka – Al-Qur`an berisi banyak kisah tentang kaum-kaum terdahulu. Ada kaum yang dirahmati Allah. Ada pula kaum yang diazab oleh Allah. Kaum-kaum yang diazab oleh Allah adalah kaum yang durhaka. Allah mengutus nabi dan rasul kepada mereka, namun mereka tidak menaati ajarannya.

Dua kaum yang pernah diazab oleh Allah adalah Kaum ‘Ad dan kaum Tsamud.

Kaum ‘Ad

Kaum yang Durhaka   

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.” (QS Al Fajr, 89: 6-8)

Kaum ‘Ad tinggal di wilayah kota Iram, di bagian selatan jazirah Arab. Mereka dikenal sebagai bangsa yang cerdas. Mereka mampu membangun gedung-gedung tinggi dan megah. mereka tidak beriman. Namun, semua itu menjadikan mereka sombong dan durhaka kepada Allah.

Allah mengutus Nabi Hud kepada kaum ‘Ad. Tapi, kaum ‘Ad mengingkari dakwah beliau. Berbagai ajakan dan peringatan telah disampaikan sang nabi, namun kaum ‘Ad tetap saja menolaknya. Allah pun mengirimkan azab yang pedih kepada mereka.

“Adapun kaum ‘Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka.” (QS Al Haaqqah, 69: 6-8)

Puing-puing bekas peninggalan kaum ‘Ad ditemukan di wilayah Ubar, Oman.

Kaum Tsamud

Kaum yang Durhaka   Kaum Tsamud tinggal di negeri “al-Hijr”. Kaum Tsamud merupakan keturunan kaum ‘Ad. Mereka mampu mengukir tebing-tebing yang tinggi menjadi istana-istana yang megah. Kehebatan yang membuat mereka sombong dan takabur.

Allah mengutus Nabi Shalih untuk meluruskan akidah mereka. Namun, mereka menolaknya. Ketika mereka meminta mukjizat, Allah mengeluarkan seekor unta dari bongkahan tebing. Mukjizat ini tak mampu meruntuhkan kesombongan kaum Tsamud. Bahkan unta itu kemudian dibunuh oleh mereka.

Akhirnya, Allah pun mengazab mereka.

“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Saleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (QS Al A’raf: 77-78)

Sisa-sisa peninggalaan kaum Tsamud dapat disaksikan di kota Kota Madain Saleh, sebelah utara Madinah.