Kentang Hitam, Makanan yang Terlupakan

Kentang Hitam, Makanan yang Terlupakan

Jika mendengar kata ‘kentang’, pasti yang terbayang adalah umbi berwarna kuning. Paling enak jika digoreng atau dibuat kripik kentang. Padahal ada satu jenis kentang lain yang tak kalah enak. Namanya, kentang hitam atau kentang jawa.

Sebutan kentang hitam juga disebut kentang jawa. Di beberapa daerah punya sebutan lain. Misalnya; gembili, kentang ireng (jawa), kentang jawa, kembili (Betawi), huwi kentang (Sunda), gombili, dan obi sola (Madura). Dalam bahasa Inggris disebut chinese potato. Dan nama ilmiahnya Plectranthus rotundifolius.

eSeperti Kentang Biasa

Tanaman kentang hitam tergolong tanaman kecil berbatang lunak. Tingginya 20 hingga 75 centimeter. Batangnya lunak, bersegi, dan berwarna hijau. Daun berwarna hijau, berbentuk bulat telur. Tepi daun bergerigi. Permukaan daun berbulu.

Bunganya bertangkai panjang. Tumbuh di ujung batang. Bunga berwarna ungu, kelopak berbentuk bintang, dan mahkota berbentuk bibir. Biji berukuran kecil, berwarna hitam.

Umbi terbentuk dari akar serabut. Umbi berukuran kecil, sekita 2-4 centimeter. Kulit umbi berwarna coklat atau hitam. Daging umbi berwarna putih. Umbi inilah yang dapat dimakan. Umbi yang tua dimasak untuk dimakan langsung. Umbi muda dapat dimasak sebagai bahan sayuran, seperti sayur lodeh, sop maupun sayur asam.

hSayangnya, kentang hitam sudah jarang ditanam dan dikonsumsi. Padahal kandungan gizinya cukup tinggi. Selain mengandung karbohidrat, juga ada vitamin A, vitamin C, dan beberapa jenis mineral yang bagus bagi tubuh.