Kesombongan Menghalangi Iman

Kesombongan Menghalangi Iman

Pada waktu di Makkah, dakwah Nabi Muhammad ditolak oleh penduduk Makkah. Mereka mengejek dan mengatakan bahwa Nabi Muhammad sudah gila. Bagaimana bisa seseorang tiba-tiba mengaku menajdi Nabi?

Para tokoh Makkah pun melakukan hal serupa. Berbagaicara mereka lakukan agar nabi Muhammad berhenti mengaku sebagai nabi dan menjadi manusia biasa. Mereka mengejek dan menyebut Nabi Muhammad sebagai tukang sihir. Mereka juga tidak mempercayai bahwa Al Quran yang beliau sampaikan merupakan firman Allah.

Tokoh Quraisy yang paling sengit memusuhi Nabi Muhammad adalah beberapa paman-paman Beliau sendiri. Di antaranya adalah Abu Jahal, Abu Lahab dan Abu Sufyan. Abu Jahal dan Abu Lahab yang paling sering mengejek bahkan menyakiti Nabi Muhammad.

Akan tetapi, sebenarnya tidak sedikit orang-orang kafir Makkah yang takjub dengan al Quran. Al Quran memiliki bahasa dan makna yang sangat indah. Namun mereka hanya menyembunyikan kekaguman dalam hati. Tidak berani menyatakannya terang-terangan.

Mengapa mereka tidak berani? Karena mereka takut diejek dan dihina penduduk Makkah. Dan Abu Jahal dan Abu Sufyan termasuk orang-orang yang mengagumi al Quran.Pada beberapa kali kesempatan, keduanya sering menyelinap di malam hari. Mereka secara diam-diam mencuri dengar bacaan nabi Muhammad saat shalat malam.

Kesombongan Menghalangi Iman

Suatu ketika, Abu Jahal, Abu Sufyan dan al Akhnas keluar malam-malam saat orang-orang tertidur. Ketiganya keluar menuju rumah Nabi Muhammad lalu duduk di beberapa sudut rumah. Ketiganya tidak saling mengetahui. Saat Nabi melaksanakan shalat, mereka diam-diam menyimak. Dan saat fajar mulai menyingsing, ketiganya kembali ke rumah masing-masing. Hal ini mereka lakukan berulangkali.

Suatu hari, ketiganya saling memergoki yang lain. Karena malu, mereka berjanji untuk merahasiakan apa yang telah mereka lakukan. Mereka malu, pada siang hari mereka mengejek Nabi Muhammad, tapi malam harinya mereka mendengarkan bacaannya. Mereka pun berjanji untuk tidak lagi mencuri dengar bacaan al Quran.

Demikianlah. Meskipun mereka mengakui keindahan dan kebenaran al Quran, mereka tetap enggan beriman kepada Nabi Muhammad. Kesombongan mereka mengalahkan keinginan mereka untuk mengimani al Quran. Oleh karenanya, Allah memfirmankan tentang mereka;

Ya. Sesungguhnya tidak sedikit orang-orang yang ingkar kepada al Quran sebenarnya mengakui kebenarannnya. Tapi karena sombong, mereka enggan beriman. Dan Allah sangat membenci orang-orang yang sombong.