Keteguhan Iman Keluarga Salamah

akidahSiksaan dan tekanan orang kafir Makkah semakin berat. Nabi pun memerintahkan pengikutnya untuk berhijrah ke Madinah. Beliau hanya bisa mendoakan dan tidak bisa memberi bekal karena semua orang saat itu sedang kesulitan.

Di antara pengikut beliau terdapat keluarga Salamah. Abu Salamah dan ummu salamh serta anak mereka, Salamah ingin ikut berhijrah. Mereka pun menyiapkan unta untuk pergi. Saat hendak berangkat, beberapa orang dari kerabat Ummu Salamah melihat. Mereka marah dan melarang Abu salamah membawa Ummu salamah pergi berhijrah.

Saaat itu, kerabat Abu Salamah melihat dan mereka pun marah. Mereka marah melihat Abu Salamah diperlakukan tidak baik. Dan akhirnya kedua pihak kerabat memperbutkan Salamah, putra Abu Salamah. Pihak keluarga Abu Salamah menang dan membawa putranya ke perkampungan mereka.

Akhirnya, Abu Salamah berhijrah sendirian. Ia merasa sangat sedih harus berpisah dengan isteri dan anaknya. Tapi demi menaati perintah Rasulullah, beliau tetap menjalankan. Ummu salamah juga sangat sedih. Setiap hari beliau selalu menangis karena terpisah dari suami dan anaknya.

Akhirnya, karena merasa iba, keluarga ummu Salamah mengijinkannya berhijrah. Pada saat itu juga, keluarga Abu Salamah memberikan Salamah kepada ibunya. Ummu Salamah pun pergi berhijrah bersama anaknya yang masih kecil. Beliau harus menempuh jarak yang sangat jauh dari Makkah ke Madinah.

Di tengah perjalanan, Ummu Salamah bertemu dengan Utsman bin Thalhah. Utsman menawarkan diri untuk mengawal perjalanan Ummu Salamah. Ummu Salamah pun selamat sampai di Madinah.

Begitulah pengorbanan para sahabat Nabi untuk berhijrah. Mereka rela berpisah dengan anak dan isteri demi menaati perintah Nabi. Keimnan mereka sangat kuat. Mereka yakin, suatu saat pasti akan bertemu dengan keluarga. Jika tidak di dunia, pasti akan bertemu di surga.