Ketinggalan Bus

 

Ketinggalan BusLiburan lalu, aku diajak Ummi dan Abi tamasya. Seminggu sebelum berangkat, Ummi menawarkan kepada aku dan adikku untuk memiliki tempat liburan. Aku dan adikku memilih untuk ke Solo dengan naik kereta api, karena aku dan adikku ingin sekali naik kereta api.

Aku kira naik kereta api dari Semarang ke Solo menyenangkan, tapi ternyata sangat membosankan karena melewati tengah hutan yang kering dan desa-desa. Aku kan nggak suka lewat desa-desa karena hampir dua minggu sekali aku pergi ke desa nenekku di Purwodadi.

Sesampainya di Solo, kami naik bus Batik Trans menuju kebun binatang Jurug. Aku dan adikku senang sekali. Kami melihat harimau yang dikasih makan daging ayam, burung merak, buaya, badak, dan lain-lain. Kami naikĀ  unta juga. Antriannya panjang sekali. Kami sangat menikmati kebun binatang Jurug.

Baca juga : Belajar Bermain Egrang

Setelah makan isang, kami naik bus batik lagi dengan tujuan Keraton. Tapi, Ummiku membatalkan karena aku dan adikku tidur kelelahan. Kami lalu mencari bus untuk pulang ke Semarang.

Di perjalanan pulang, lalu lintas padat dan macet. Aku kebelet pipis. Aku sampai nangis dan memohon ayahku untuk mengantar ke pom bensin atua mushola. Karena jalanan macet, ayahku ijin ke pak sopir untuk mengantarkan aku pipis di mushola pinggir jalan.

Namun, keluar dari kamar mandi mushola, bus yang kami tumpangi sudah jalan dan kami terpisah dari adikku dan ummi.

Ayahku mencoba menghentikan bus malam arah Semarang, tapi ternyata tidak mudah. Tidak ada bus malam yang mau berhenti. Lalu ayahku minta bantuan penjual nasi kucing dan tidak lama kami dapat tumpangan bus ke arah Semarang.

 

Alma Mufida Ariani

Kls. 3 SD Nurussunah, Tembalang

Semarang