Khansa, Wanita yang Ditinggal Mati Semua Anaknya

Tumadhar binti Amr. Beliau adalah seorang wanita cerdas yang mahir bersyair. Julukannya adalah al Khansa’ yang artinya kijang atau sapi betina. Hidungnya pesek, tapi itulah ciri khasnya. Al Khansa adalah wanita yang cerdas. Ia mahir membuat syair.

Khansa

Di masa jahiliyah, beliau selalu dirundung duka akibat kematian saudara kandungnya, Shakr. Tapi setelah masuk Islam, beliau menjadi wanita yang sangat tabah dan penyabar. Hal ini terbukti saat keempat putranya meninggal dunia.

Pesan Al Khansa Kepada Anaknya

Saat itu, al Khansa menyertai keempat putranya berangkat menuju medan jihad. Dipimpin oleh Mutsannabin Haritsah, pasukan Islam berangkat menuju Qadisiyah untuk berjuang. Sehari sebelum peperangan dimulai, al Khansa menasehati putranya:

“Hai Putra-putraku, kalian semua memeluk Islam dengan suka rela dan berhijrah dengan senang hati. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian adalah keturunan dari satu ayah dan satu ibu. Aku tidak pernah merendahkan kehormatan dan merubah garis keturunan kalian. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan akhirat jauh lebih baik daripada kehidupan dunia yang fana.

Putra-putraku, sabarlah, tabahlah, bertahanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Semoga kalian menjadi orang-orang yang beruntung. Jika kalian melihat genderang perang telah ditabuh dan apinya telah berkobar, maka terjunlah ke medan laga dan serbulah pusat kekuatan musuh, pasti kalian akan meraih kemenangan dan kemuliaan, di dalam kehidupan abadi dan kekal selama-lamanya”.

Mendengar nasehat sang ibu, keempat putra al khansa menajdi bersemangat. Di medan pertempuran, mereka selalu mengingatkan nasihat Ibu apabila ada saudara yang tak bersemangat. Mereka pun bertempur dengan gagah berani. Akhirnya, satu persatu putra al khansa gugur di medan perang.

Ketabahan Beliau

Saat berita mengenai gugurnya keempat putranya sampai kepada al Khansa’, Beliau tidak merasa sedih. Beliau malah berkata, ““Alhamdulillah yang telah memberiku kemuliaan dengan kematian mereka. Aku berharap, Allah akan mengumpulkanku dengan mereka di tempat limpahan kasih sayang-Nya.”

Al khansa yakin bahwa berjuang untuk Islam adalah kebaikan yang diridhai Allah. Gugur di medan juang adalah syahid yang balasannya surga. Al khansa tidak sedih karena yakin dan berharap putranya akan dimasukkan surga.

Begitulah ketabahan al khansa’. Beliau tidak merasa sedih saat melihat keempat putranya gugur. Beliau malah bersyukur kepada Allah dan berharap dapat dikumpulkan bersama mereka di surga. Semua itu karena la khansa yakin bahwa para putranya sedang melakukan kebaikan yaitu berjuang membela Islam. Dan orang yang gugur di medan jihad akan diampuni oleh Allah dan dimasukkan ke dalam surga.