Kisah Sapi Betina Bani Israil Mempersulit Diri

Kisah Sapi Betina Bani Israil Mempersulit Diri

Kisah ini bermula ketika bani Israil mendapatkan ada seorang yang mati terbunuh. Mereka tidak mengetahui pembunuhnya. Mereka lalu menemui Nabi Musa untuk menanyakan siapa pembunuhnya.

Nabi Musa tidak bisa menjawabnya secara langsung. Meskipun seorang nabi, namun beliau tidak mengetahui hal-hal yang gaib tanpa petunjuk dari Allah.

Nabi Musa berdoa kepada Allah. Allah berkenan menurunkan wahyuNya. Allah memerintahkan bani Israil untuk menyembelih seekor sapi betina. Perintah ini sekaligus menjadi ujian bagi bani Israil, apakah mereka akan taat
kepada Allah dan rasul-Nya, ataukah mereka akan membantah.

Nabi Musa berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.”

Orang-orang Bani Israil tidak percaya dengan ucapan Nabi Musa. Mereka bertanya tentang pembunuhan, tapi justru diperintah untuk menyembelih sapi. Mereka menganggap itu hanya ejekan dan olok-olok.

Mereka pun berkata, “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?”

Namun, sebagai seorang nabi, Nabi Musa tidak mungkin mengolok-olok mereka dengan menggunakan nama Allah.

Nabi Musa menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orangorang yang jahil.”

Mereka belum yakin bahwa perintah itu berasal dari Allah. Lalu mereka pun bertanya tentang ciri-ciri sapi betina.

“Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu,” tanya mereka.

Nabi Musa menjawab, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”

Orang-orang itu belum puas. Mereka menanyakan warnanya. Nabi Musa menjawab, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.”

Mereka belum puas juga. Nabi Musa pun berkata, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.”

Mereka merasa cukup dengan penjelasan Nabi Musa tersebut Mereka pun berangkat mencarinya.

Ternyata ciri-ciri sapi seperti itu sangat sulit didapat. Mereka mencari hingga ke pelosok negeri. Hingga akhirnya, mereka menemukan sapi dengan ciri persis seperti yang disampaikan oleh Nabi Musa. Sapi itu milik seorang anak yatim yang shalih. Tapi, mereka harus membelinya dengan harga sangat mahal yaitu senilai emas yang bisa menutupi seluruh kulit sapi tersebut.

Sapi itu dihadapkan ke Nabi Musa. Beliau menyembelihnya, lalu mengambil salah satu bagian dari tubuh sapi dan memukulkannya ke badan si mayit. Atas izin Allah, si mayit tadi bangun dan mengatakan siapa pembunuhnya. Setelah itu, dia kembali mati.

Itulah salah satu sifat buruk bani Israil. Mereka gemar mempersulit diri sendiri. Allah pun membuat mereka merasakan kesulitan. Seandainya mereka tidak banyak bertanya, cukup bagi mereka menyembelih sapi betina biasa.

Rasulullah n juga mengingatkan kita, dengan sabdanya, “Apa saja yang aku larang terhadap kalian, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya apa yang membinasakan umat sebelum kalian hanyalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi Nabi-nabi mereka.” (Diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim).

 

BACA JUGA: AZAB BAGI KAUM TSAMUD