Kisah Wafatnya Rasulullah

Kisah Wafatnya RasulullahKisah Wafatnya Rasulullah – Tiga bulan setelah melaksanakan haji Wada’, Rasulullah jatuh sakit. Inilah sakit perah yang pertama kali dirasakan oleh beliau. Semasa hidupnya, beliau tidak pernah sakit parah. Selama sakit, beliau dirawat oleh Aisyah binti Abu Bakar.

Aisyah merawat Rasulullah dengan sangat baik. Aisyah mengusap badan Nabi Muhammad sambil membaca surat Al-Mu’awwidzatain (Surat Al-Falaq dan An-Naas).

Semakin hari, sakit beliau bertambah berat. Nabi Muhammad memanggil Fathimah. Beliau membisikkan sesuatu yang membuat Fathimah menangis. Lalu, beliau memanggilnya lagi dan membisikkan sesuatu yang membuat Fathimah tersenyum. Tidak ada yang tahu, apa yang dibisikkan kepada Fatimah. Barus setelah Nabi Muhammad wafat, Fathimah mengatakan bahwa ia menangis karena diberitahu bahwa ayahnya akan wafat, dan tersenyum sebab mendapatkan kabar dirinyalah anggota keluarga pertama yang akan menyusul beliau.

Menjelang Wafatnya Rasulullah

Beberapa hari menjelang wafat, Nabi Muhammad tidak sanggup keluar untuk mengimami shalat berjamaah. Beliau lalu bersabda, “Suruhlah Abu Bakar supaya memimpin shalat berjamaah.”

Aisyah ingin Rasulullah menunjuk orang lain, bukan ayahnya. Aisyah berkata, “Sungguh Abu Bakar itu adalah seorang lelaki yang lemah fisiknya, suaranya pelan, gampang menangis saat membaca Al-Qur`an.”

Namun Rasulullah tetap memilih Abu Bakar. Akhirnya, Abu Bakar menjadi imam shalat berjamaah di masjid bagi para shahabat selama beberapa hari.

Pagi hari sebelum wafat, Rasulullah membuka tabir kamar Aisyah saat shalat shubuh. Beliau memandang para shahabat yang sedang berada dalam shaf-shaf shalat berjamaah. Beliau tersenyum dan tertawa kecil, seolah berpamitan pada mereka. Para shahabat amat gembira dengan keluarnya beliau itu. Abu Bakar pun mundur karena mengira Rasulullah ingin shalat berjamaah bersama mereka. Namun beliau memberikan isyarat kepada mereka dengan tangannya agar menyelesaikan shalat mereka. Beliau kemudian kembali masuk kamar sambil menutup tabir.

Fathimah lalu masuk menemui beliau dan berkata, “Alangkah berat penderitaan ayah.”
Rasulullah menjawab, “Setelah hari ini, tidak akan ada lagi penderitaan.”

Doa Terakhir Sebelum Wafatnya Rasulullah

Saat menjelang Nabi Muhammad wafat, beliau bersandar di dada Aisyah. Aisyah memberikan siwak kepada Rasulullah. Beliau lalu bersiwak dengannya.

Baca juga :  Penyesalan si Pengemis Buta

Rasulullah memasukkan tangannya ke dalam bejana yang berisi air dan membasuh mukanya, dan bersabda, “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Sesungguhnya pada setiap kematian itu ada saat-saat sekarat.”

Aisyah secara samar-samar mendengar beliau bersabda, “Bersama orang-orang yang dikaruniai nikmat oleh Allah.”. Lalu beliau berdoa, “Ya Allah, pertemukan aku dengan Ar-Rafiiqul-A’laa (Allah)”.

Tak lama kemudian, Nabi Muhammad menghembuskan nasaf terakhirnya. Beliau wafat pada waktu Dhuha, dan kepala beliau berada di pangkuan Aisyah.

Kabar meninggalnya Rasulullah membuat para sahabat terkejut. Beberapa orang tidak percaya, termasuk Umar bin Khattab. Abu Bakar segera mendatangi kamar Aisyah. Ia membuka penutup wajah beliau, lalu menutupnya kembali dan menciumnya.

Segera Abu Bakar menemui orang-orang, lalu berkata, “Amma ba’du, barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad saat ini telah tiada. Dan barangsiapa di antara kalian yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Allah telah berfirman: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ’Imran: 144)”.

Mendengar itu, kemudian para shahabat merasa tenang. Sementara itu, Umar duduk di tanah tidak sanggup berdiri. Seakan-akan mereka belum pernah mendengar ayat tersebut melainkan pada saat itu saja.

Rasulullah meninggal setelah sakit selama sepuluh hari. Hari wafatnya beliau adalah Senin 12 Rabiul Awwal. Usia beliau saat wafat adalah 63 tahun.